Peluit berbunyi panjang ketika seseorang duduk di kursi sebelahku. Aku tidak begitu memperhatikan karena mataku sedang menatap suatu berita. Kereta mulai melaju dan aku menghela nafas lega, akhirnya kereta tua ini berangkat juga. Aku turunkan sejenak surat kabar, dan aku sangat terkejut..
"Pak Burhan?" suara teguran sangat simpatik dari sampingku. Aku menoleh heran, "Maaf, saudara siapa ya?" ujarku ragu. "Theo, Pak" kata pemuda yang berwajah cerah, berpenampilan penuh wibawa dan senyum yang ramah. "Theo ...yang ...?" seruku dengan heran. "Benar pak, Theo yang morfinis." jawab pemuda itu dengan senyum ramahnya.
Aku heran dan bercampur kagum menatap pemuda itu. Betulkah ini morfinis bekas murid SMA yang dulu terpaksa aku keluarkan karena bertahun-tahun tidak naik kelas? Yang sering tidak masuk sekolah,yang kami kira akan memberikan pengaruh buruk pada teman-temannya? Inikah Theo?