Kekayaan Hancurkan Cinta Andy dan Hui Ming

Bagaimana cara bertemunya dua insan yang saling mencintai kadang tidak dapat diduga. Contohnya Andy, ia jatuh cinta dengan seorang gadis di Taiwan dan berhasil memboyongnya pulang ke Indonesia.

Wu Hui Ming, gadis Taiwan tersebut kini telah menjadi istrinya. Tetapi, ternyata cinta Andy hanya sebatas asmara saja. Sebagai seorang suami, ia tidak memiliki tanggung jawab. Saat sang istri yang tengah hamil bekerja keras mencari uang dengan berjualan pakaian batik, Andy malah menggunakan uang bahkan perhiasan istrinya untuk taruhan ketika main badminton.

Tidak hanya itu, Andy yang menganggur menolak saat diajak untuk memulai sebuah usaha baru.

"Saya sih tadinya tidak setuju, ngapain sih jualan panci. Tapi ya, karena papa juga marah, ya saya jalankan sambil males-malesan."

Namun, berkat dukungan sang istri, Andy berhasil dalam usahanya. Hanya dalam waktu kurang dari lima belas tahun, Andy sudah berlimpah dengan harta. Penghasilan per bulan yang mencapai 130 hingga 150 juta membuatnya mampu mengirim anak-anaknya bersekolah di luar negeri. Tetapi, semua keberhasilan itu membuat Andy besar kepala dan lupa diri, bahkan ia tega mengorbankan perasaan istrinya. Dengan uang hasil kerja kerasnya itu, ia merasa memiliki hak untuk melakukan apa saja, termasuk menikmati kehidupan malam.

"Sampai pagi baru pulang, kadang pulangnya mabuk-mabuk gitu," ucap Hui Ming. "Saya sering ingin berpisah dari dia, ingin cerai."

Bukan hanya istrinya yang menderita karena ulah Andy, walaupun bergelimang harta, anak-anaknya pun tidak merasakan kebahagiaan. Anak-anaknya yang berada di luar negeri ternyata juga mengonsumsi minuman keras dan rokok. Hui Ming begitu kaget melihat semua itu saat ia mengunjungi anaknya.

"Kenapa kamu bisa jadi begini?"

"Mama kira uang yang Mama kasih tiap bulan bisa buat bahagia? Bukan itu Ma, yang aku butuhkan itu perhatian dari Mama dan Papa," ungkap anak perempuan Andy.

Keadaan bertambah buruk ketika Andy memutuskan untuk berhenti bekerja. Dengan dalih mencukupi kebutuhan keuangan keluarga, Andy berjudi. Namun, kenyataannya itu bukannya menghasilkan uang, tetapi malah membuat keluarga kehilangan miliaran rupiah karena Andy kalah judi.

Hui Ming yang sudah tidak tahan dengan ulah Andy akhirnya memutuskan untuk bunuh diri demi mengakhiri semua penderitaannya.

"Saya sudah beli obat tikus." Akan tetapi, pada saat kritis itu tiba-tiba Hui Ming teringat pesan seorang teman yang memintanya untuk berdoa kepada Tuhan jika menghadapi masalah. Ia pun berdoa dan berseru kepada Tuhan, dan saat itu Tuhan berbicara secara langsung kepadanya.

"Saya mendengar suara Tuhan, 'Suamimu dan anak-anakmu masih membutuhkan kamu. Kamu adalah orang yang penting. Tugasmu belum selesai.'"

Akhirnya, Hui Ming pun mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Untuk membantu suaminya melunasi utang, ia merelakan semua perhiasannya, rumah, tanah, dan mobil dijual, tetapi semua itu masih belum cukup. Andy pun mencoba meminjam uang pada adik-adiknya. Namun, sekalipun Andy telah memohon-mohon, bantuan tak juga diberikan. Bahkan, mereka memandang rendah dirinya. Hingga suatu hari, seorang teman datang membawa kabar baik kepadanya.

"Dia sepertinya bisa melihat keadaan saya yang letih lesu dan berbeban berat, yang butuh pertolongan," tutur Andy.

Temannya itu membawa Andy untuk mengenal Yesus Kristus yang telah mati dan menebus dosa-dosanya. Namun, baru saja Andy mengenal Kristus, sebuah penyakit menyerangnya dan membuatnya terbaring di rumah sakit. Bahkan, dokter memvonis bahwa penyakit paru-paru yang diidapnya akan segera merenggut nyawanya. Dalam kondisinya yang tidak berdaya itu, Hui Ming, yang selama ini ia kecewakan, merawatnya dengan penuh kasih dan kesabaran.

"Dia melayani saya dengan mulut diam, hal itu membuat saya hancur hati. Saya pikir ini adalah waktu yang paling tepat untuk minta ampun sama istri." Hari itu, di ranjang rumah sakit tempat Andy terbaring, ia mengaku kepada sang istri bahwa ia pernah selingkuh.

Hui Ming sangat kaget dan terluka menghadapi kenyataan itu, tetapi ia mengingat kasih Tuhan yang telah mati menebus dosanya, "Saya harus memaafkan dia, sebab Tuhan juga telah memaafkan saya."

Hui Ming mengusap kepala Andy dengan penuh kasih sayang dan mengatakan bahwa ia mengampuninya. Hal itu membuat Andy seperti mendapat siraman air dari surga. "Saya peluk dia, dan di situ terjadi pemulihan yang dahsyat sekali," ungkap Andy. "Setelah saya mengerti semua ini, saya katakan pada anak istri saya bahwa kita lebih kaya dari siapa pun yang ada di dunia ini."

Kini, Andy telah diubahkan Tuhan menjadi seorang suami dan ayah yang sangat bertanggung jawab kepada keluarganya. "Setelah kami mengenal pribadi Yesus ini, kehidupan kami tidak pernah tidak merasa damai. Damai dan sukacita. Ketika kita mau datang kepada Dia, Dia dapat memberikan harapan hidup yang benar-benar nyata." (Kisah ini ditayangkan 30 Desember 2010 dalam acara Solusi Life di O’Channel)

Sumber Kesaksian: Andy Surya & Wu Hui Ming

Diambil dan disunting dari:

Nama situs : http://www.kisahnyatakristen.com/
Alamat URL : http://www.kisahnyatakristen.com/2011/01/04/kekayaan-hancurkan-cinta-andy-dan-hui-ming/
Penulis : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 4 Desember 2013

"TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya."
(Mazmur 37:23-24)

Kategori: 

Tinggalkan Komentar