Penerbangan hutan umumnya tidak dianggap sebagai sesuatu yang dianjurkan untuk dilakukan seorang amatir tanpa latihan khusus dan pengalaman terbang yang mumpuni. Namun, kebutuhan akan perjalanan melintasi dataran hutan yang sulit telah menantang banyak misionaris untuk memenuhi impian menerbangkan pesawat mereka sendiri -- impian yang dengan cepat sirna ketika harga yang terlalu tinggi untuk transportasi semacam itu dipertimbangkan.
Mark Poole, seorang dokter medis yang mengabdi di Kongo, telah sering kali memenuhi impian semacam itu -- bukan untuk kenyamanannya sendiri, tetapi secara luas untuk mengembangkan pelayanan medisnya dan untuk menyelamatkan nyawa-nyawa yang berharga -- dan ia adalah salah satu dari beberapa orang yang bertahan hidup untuk menyaksikan impiannya terpenuhi.
"Mengembangkan pelayanan medisnya dan untuk menyelamatkan nyawa-nyawa yang berharga."
Poole tumbuh sebagai koboi Texas pada 1920-an, menghabiskan masa liburan sekolahnya dengan mengendarai kuda di peternakan milik ayahnya. Setelah selesai sekolah, ia melanjutkan ke Universitas John Hopkins untuk mendapat gelar medisnya. Ia hanya memiliki satu tujuan, yaitu untuk mengabdi sebagai misionaris medis di tempat yang sangat membutuhkan.
Pelayanan Poole berpusat di Bulape, Kongo. Di sana, ia mendirikan sebuah rumah sakit dengan fasilitas seratus dua puluh ranjang. Meskipun waktunya sendiri menuntut operasi dan pekerjaan rutin rumah sakit, ia tidak puas dengan perawatan terbatas yang bisa ia tawarkan, ia mengingat masih banyaknya orang sakit yang berada jauh di dalam hutan.
"Suatu saat aku akan membeli sebuah pesawat," Poole berkata kepada temannya pada 1947. Meskipun terlihat seperti khayalan kosong, Poole serius akan hal itu. Impian untuk bisa menerbangkan pesawatnya sendiri menjadi kenyataan pada 1951 ketika sebuah gereja Presbiterian di Florida mendonasikan sebuah Piper Tri-Pacer kepadanya.
Saat Poole melanjutkan pelayanan medis terbangnya, ia mendirikan lebih banyak klinik terpencil. Selama 3 tahun pertama saja, ia telah terbang lebih dari sekitar 35.000 mil, merawat ribuan pasien, dan menyelamatkan ratusan nyawa. Ia melayani lebih dari sekadar kebutuhan fisik orang-orang.
Detail Sumber:
| Judul Buku | : From Jerusalem to Irian Jaya |
| Judul Artikel | : Mark Poole |
| Penulis | : Ruth A. Tucker |
| Penerbit | : Zondervan Corporation, 1983 |
| Ayat Terkait | : Yakobus 2:22 (AYT) |