Akulah yang Memilih Kamu

Tinggalkan Komentar


Sejak menjadi anggota Gereja YS, saya merasakan suatu kerinduan untuk bersaksi kepada orang-orang di sekitar saya, memberitakan bahwa hanya Yesus yang dapat memimpin orang-orang percaya kepada keselamatan kekal. Tetapi, mungkin cara penyampaian saya kurang baik, sehingga tidak jarang malah menimbulkan dampak yang negatif.

Suatu hari, saya bertemu dengan seorang yang menyewa rumah kepada ayah saya. Dalam keluarganya, hanya dia sendiri yang percaya kepada Tuhan. Usianya waktu itu kira-kira 30 tahun. Dia mendengar dari ayah saya bahwa saya sudah percaya kepada Yesus. Suatu kali setelah pulang kerja, dia mampir ke rumah saya untuk berbincang-bincang. Saya memanfaatkan kesempatan itu untuk bersaksi tentang keselamatan. Setelah mendengarnya, dia begitu marah dan ingin sekali berdebat. Tetapi karena semua yang saya ucapkan adalah ayat-ayat Alkitab, dia tidak dapat membantahnya. Karenanya, dia kelihatan semakin marah dan suasana menjadi tidak menyenangkan. Teringat akan kata-kata Filipus kepada Natanael: "Mari dan lihatlah!" (Yohanes 1:47), saya mengundang dia untuk datang ke gereja. Sungguh heran, dia menyetujuinya.

Kebetulan saat itu ada Kebaktian Pekabaran Injil. Kami mendengarkan firman Tuhan selama kira-kira satu jam, tapi saya tidak tahu bagaimana perasaannya. Seperti biasa, kebaktian diakhiri dengan doa mohon Roh Kudus. Saudara ini tidak mau ikut, bahkan nampaknya untuk sekadar coba-coba pun ia enggan. Dia hanya duduk seorang diri melihat ke sana kemari sambil senyum-senyum seperti layaknya orang bingung. Waktu kami meninggalkan aula, dia mengucapkan beberapa kalimat tetapi saya tidak mengerti apa arti kata-katanya. Akhirnya kami berpisah, pulang ke rumah masing-masing.

Sejak malam itu dia tidak pernah datang lagi, tapi setiap kali kami bertemu ia selalu menyapa. Saya tahu bahwa dia tidak lagi puas dengan gereja asalnya, baik tentang pengajaran ataupun cara kebaktiannya, sebab dia mulai mengunjungi berbagai gereja. Begitupun hati saya sudah cukup senang, sebab saya ingat akan janji Tuhan Yesus: "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu." (Matius 7:7) Saya yakin bahwa jika dia adalah domba Tuhan, dia pasti akan mendengarkan suara Tuhan dan akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala (Yohanes 10:16). Terakhir kali saya bertemu dengannya adalah ketika dia lewat di dekat rumah dengan seorang gadis di boncengannya. Dia memperkenalkan gadis itu sebagai istrinya. Kami sama-sama bersukacita karena dia sudah mengakhiri masa lajangnya.

Di bawah pimpinan Tuhan, saya masuk sekolah teologi. Setelah lulus saya diutus ke bagian timur. Pada suatu kali, 10 tahun berselang setelah pertemuan terakhir saya dengan saudara itu, saya menelepon ke rumah untuk bertukar kabar. Keluarga saya bercerita tentang seorang bermarga L. Orang ini mengajak istrinya ke Gereja YS untuk menyelidiki kebenaran. Pada kunjungan pertama, istrinya memperoleh Roh Kudus. Setelah membandingkan dengan Alkitab, mereka menemukan bahwa apa yang diberitakan Gereja YS sesuai dengan Alkitab. Maka, mereka meminta untuk dibaptis dalam nama Yesus. Dia mengakui dulu pernah bertindak bodoh menolak Roh Kudus, bahkan berkata kepada orang yang mengajaknya ke gereja, agar jangan terlalu menghina orang. Mendengar petunjuk itu, saya baru ingat bahwa itu adalah dia. Memang waktu itu dia pernah menyatakan ketidaksenangannya dengan berkata, "Jangan terlalu menghina orang." Namun, saya sudah melupakannya karena semua yang saya lakukan adalah untuk Injil Tuhan, jadi tidak perlu melibatkan perasaan pribadi. Saya bersyukur bahwa sekarang L dan istrinya sudah dibaptis, bahkan aktif dan giat melayani Tuhan. Puji Tuhan!

Puji syukur kepada Tuhan Yesus, apabila kita menunaikan kewajiban kita untuk menabur, Allah sendirilah, dengan pimpinan dan pemilihan-Nya yang akan menambahkan umat Kerajaan Allah seperti yang dikatakan oleh Paulus: "Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan." Oleh sebab itu, beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya.

Diambil dari:

Judul buletin : Warta Sejati, Edisi 22, Januari - Februari 2001
Judul artikel : Akulah yang Memilih Kamu
Penulis : Alat Kasar
Penerbit : Departemen Literatur Gereja Yesus Sejati Pusat Indonesia
Halaman : 15 -- 16

download audio

Kategori: