RSS Wanita

Subscribe to RSS Wanita feed
Updated: 21 hours 47 min ago

Rosa Parks

Sel, 22/08/2017 - 11:34
edisi - 167 Kemerdekaan dalam Kristus

Sebagian besar sejarawan menetapkan waktu awal gerakan hak-hak sipil modern di Amerika Serikat pada tanggal 1 Desember 1955. Itu adalah hari ketika seorang penjahit tak dikenal di Montgomery, Alabama, menolak untuk menyerahkan kursinya di bis kepada penumpang kulit putih. Wanita pemberani ini, Rosa Parks, ditangkap dan didenda karena melanggar peraturan kota, tetapi tindakan pembangkangannya yang seorang diri tersebut memulai sebuah gerakan yang mengakhiri hukum pemisahan di Amerika, dan membuatnya menjadi inspirasi bagi pecinta kebebasan di mana-mana.

Rosa Parks terlahir dengan nama Rosa Louise McCauley di Tuskegee, Alabama, dari pasangan James McCauley, seorang tukang kayu, dan Leona McCauley, seorang guru. Pada usia dua tahun, ia pindah ke peternakan kakek-neneknya di Pine Level, Alabama, dengan ibunya dan adiknya, Sylvester. Pada usia sebelas tahun, ia masuk ke Montgomery Industrial School for Girls (Sekolah Industri Montgomery untuk Para Gadis), sebuah sekolah swasta yang didirikan oleh perempuan berpikiran liberal dari Amerika Serikat Utara. Filosofi sekolah tentang harga diri konsisten dengan saran Leona McCauley untuk "mengambil keuntungan dari peluang, tidak peduli betapapun sedikit hal itu".

Peluang memang sedikit. "Waktu itu," Nyonya Parks mengingat dalam sebuah wawancara, "kami tidak punya hak-hak sipil. Masalah kami merupakan soal kelangsungan hidup, untuk tetap ada dari satu hari ke hari berikutnya. Saya ingat ketika masih kecil, saat akan tidur, saya mendengar derapan Klan (kelompok rasis di Amerika yang gemar main hakim sendiri terhadap orang-orang kulit hitam - Red.) pada malam hari dan mendengar hukuman mati tanpa pengadilan, dan merasa takut jika rumah akan dibakar." Dalam wawancara yang sama, ia mengutip rasa takut yang menyertainya seumur hidup dijadikan sebagai alasan untuk keberanian relatifnya dalam memutuskan untuk mempertahankan keyakinannya di pemboikotan bus. "Saya tidak punya rasa takut tertentu," katanya. "Lega rasanya ketika mengetahui bahwa saya tidak sendirian."

Setelah studinya di Alabama State Teachers College, Rosa yang masih muda menetap di Montgomery, bersama suaminya, Raymond Parks. Pasangan ini bergabung dengan dalil lokal dari NAACP dan bekerja diam-diam selama bertahun-tahun untuk meningkatkan kumpulan orang Afrika-Amerika di selatan yang terpisah.

"Saya bekerja di sejumlah kasus bersama dengan NAACP," Nyonya Parks bercerita, "tetapi kami tidak mendapatkan publisitas. Ada kasus pencambukan, pekerjaan sewa, pembunuhan, dan perkosaan. Kami tampaknya tidak memiliki terlalu banyak keberhasilan. Itu lebih merupakan tentang mencoba untuk menantang kekuasaan yang ada dan membiarkan hal itu diketahui bahwa kami tidak ingin terus menjadi warga negara kelas dua."

Insiden bus tersebut menyebabkan pembentukan Montgomery Improvement Association, yang dipimpin oleh pendeta muda dari Gereja Baptis Dexter Avenue, Dr. Martin Luther King, Jr.. Asosiasi menyerukan pemboikotan bus kota milik perusahaan. Pemboikotan berlangsung selama 382 hari dan membuat Nyonya Parks, Dr. King, dan perkara mereka menjadi perhatian dunia. Sebuah Keputusan Mahkamah Agung menghentikan aturan Montgomery, yang di bawahnya Nyonya Parks telah didenda, dan melarang pemisahan rasial pada transportasi umum.

Pada tahun 1957, Nyonya Parks dan suaminya pindah ke Detroit, Michigan tempat Nyonya Parks bertugas sebagai staf dari anggota Dewan Amerika Serikat John Conyers. The Southern Christian Leadership Council kemudian membuat Rosa Parks Freedom Award tahunan untuk menghormatinya.

Setelah kematian suaminya pada tahun 1977, Nyonya Parks mendirikan Rosa and Raymond Parks Institute for Self-Development (Lembaga Pengembangan Diri Rosa dan Raymond Parks). Lembaga itu mensponsori program tahunan musim panas untuk remaja yang disebut Pathways to Freedom (Jalan Menuju Kebebasan). Orang-orang muda mengadakan tur untuk mengelilingi negara dengan naik bus, di bawah pengawasan orang dewasa, mempelajari sejarah negara mereka dan gerakan hak-hak sipil. Presiden Clinton menganugerahi Rosa Parks dengan Presidential Medal of Freedom pada tahun 1996. Dia menerima Congressional Gold Medal pada tahun 1999.

Ketika ditanya apakah dia menjalani hidup yang bahagia setelah pensiun, Rosa Parks menjawab, "Saya melakukan yang terbaik yang saya bisa untuk memandang hidup dengan optimisme dan harapan, dan berharap untuk hari yang lebih baik, tetapi saya tidak percaya ada kebahagiaan yang lengkap. Sungguh menyakitkan bagi saya, bahwa masih banyak kegiatan Klan dan rasisme. Saya pikir ketika Anda mengatakan Anda bahagia, berarti Anda memiliki semua yang Anda butuhkan dan segala sesuatu yang Anda inginkan, dan tidak ada lagi yang diharapkan. Saya belum mencapai tahap itu."

Nyonya Parks menghabiskan tahun-tahun terakhirnya dengan hidup tenang di Detroit, tempat dia meninggal pada tahun 2005 di usia 92. Setelah kematiannya, peti matinya ditempatkan di Rotunda, di Balai Kota Amerika Serikat selama dua hari, sehingga bangsa itu bisa memberikan penghormatan kepada wanita pemberani yang telah mengubah kehidupan begitu banyak orang. Dia adalah satu-satunya wanita dan orang Afrika-Amerika kedua dalam sejarah Amerika yang disemayamkan di Gedung Balai Kota, suatu kehormatan yang biasanya diberikan kepada Presiden Amerika Serikat. (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari: Nama situs : Academy of Achievement Alamat situs : http://www.achievement.org/achiever/rosa-parks/ Judul asli artikel : Rosa Parks Penulis : of Tim Academy of Achievement Tanggal akses : 7 Juli 2015 Tipe Bahan: Tokoh WanitaKolom e-Wanita: POTRET WANITAkategori: TOKOH

Apa Artinya Memiliki Kemerdekaan dalam Kristus?

Sel, 22/08/2017 - 11:17
edisi - 167 Kemerdekaan dalam Kristus

Dengan pembongkaran Uni Soviet pada tahun 1991 dan dibukanya tirai besi setelah itu, Eropa Timur dengan penuh sukacita merayakan kemerdekaan mereka yang telah lama ditolak.

Namun, beberapa "kemerdekaan" pertama yang dilaksanakan di negara-negara yang sebelumnya berpaham komunis ini adalah mengumbar pornografi, prostitusi, narkoba, dan kejahatan yang terorganisir.

Beberapa orang pasti memiliki konsep yang keliru mengenai kemerdekaan.

Secara teologis, beberapa orang merasakan kemerdekaan yang sama dengan tidak mengamati apa yang mereka anggap sebagai praktik-praktik "Perjanjian Lama". Mereka merasa bebas dari hukum. Mereka merasa bahwa beban hukum telah diangkat, dan mereka tidak lagi terikat. Mereka percaya bahwa mereka bebas dari "tata cara Yahudi" dan bahwa Kristus telah melakukan segala sesuatu untuk mereka, membebaskan mereka dari segala praktik kecuali kewajiban samar-samar untuk "mengasihi" Allah dan sesama mereka.

Kemerdekaan palsu dinubuatkan.

Alkitab memperingatkan tentang janji-janji kebebasan yang palsu. Salah satu peringatan tersebut berasal dari Petrus, "Sebab mereka mengucapkan kata-kata yang congkak dan hampa dan mempergunakan hawa nafsu cabul untuk memikat orang-orang yang baru saja melepaskan diri dari mereka yang hidup dalam kesesatan. Mereka menjanjikan kemerdekaan kepada orang lain, padahal mereka sendiri adalah hamba-hamba kebinasaan, karena siapa yang dikalahkan orang, ia adalah hamba orang itu. Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juru Selamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula. Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka. Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: 'Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya'" (2 Petrus 2:18-22).

Tidak seorang pun berpendapat bahwa Kristus tidak datang untuk membawa kebebasan. Lukas menulis bahwa Yesus pergi ke Nazaret, "tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab Nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: 'Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.'" (Lukas 4:16-19, penekanan ditambahkan dalam keseluruhan.)

Yesus Kristus membawa kemerdekaan sejati.

Kristus datang untuk membebaskan kita dari dosa melalui korban penebusan-Nya. Ibrani 2:14-15 memberi tahu kita bahwa Yesus "menjadi sama dalam kemanusiaan mereka sehingga dengan kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut, dan membebaskan mereka yang sepanjang hidup mereka berada dalam perhambaan oleh karena takut kepada maut" (New International Version).

Upah dosa adalah maut (Roma 6:23). Kristus membayar hukuman mati bagi kita, membebaskan kita dari hukuman mati melalui pengorbanan-Nya. Kita telah dibebaskan, tetapi, seperti yang ditulis Paulus, kebebasan ini tidak memberikan lisensi atau izin untuk terus melakukan hal-hal yang membawa pada hukuman kematian (Roma 6:11-22). Paulus menulis dalam Galatia 5:13, "Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih" (Galatia 5:13).

Panggilan Tuhan membebaskan kita dari konsep-konsep rohani yang salah. Galatia 4:3-7 mengatakan: "Demikian pula kita: selama kita belum akil balig, kita takluk juga kepada roh-roh dunia. Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: 'ya Abba, ya Bapa!' Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah".

Seorang Kristen dipanggil keluar dari takhayul, kesalahan, perbudakan, penipuan, rasa bersalah, kebejatan, kebodohan, dan kehidupan destruktif, dari menjadi tawanan Setan dan menghadapi kematian kekal. Dia dipanggil menuju kemerdekaan dalam Kristus, menerima pengampunan dosa melalui darah-Nya yang tercurah, sekarang mengetahui kebebasan dari rasa bersalah, kesadaran akan kebenaran Allah, dan sebagai pemberian cuma-cuma, pengharapan hidup yang kekal.

Namun, Kitab Suci memang menunjukkan bahwa kebebasan rohani yang sesungguhnya harus mencakup kriteria berikut, yang terkait dengan pengorbanan Yesus untuk dosa-dosa kita. Mari secara singkat kita melihat hal-hal ini.

Kemerdekaan melalui kebenaran Allah.

Kristus berdiskusi dengan sekelompok orang yang menipu diri mereka sendiri untuk mengira bahwa mereka bebas. "Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya. Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: 'Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.' Jawab mereka: 'Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?'" (Yohanes 8:31-33).

Jelas, mereka menipu diri mereka sendiri, tidak mengakui bahwa bahkan pada waktu itu tanah mereka tidak lebih dari wilayah yang diduduki di bawah penaklukan Kekaisaran Romawi yang perkasa. Semua orang sangat menyadari bahwa mereka adalah orang-orang tawanan.

Dalam tiga ayat berikutnya, Yesus menjawab, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."

Menurut Kristus, seseorang tidak bisa bebas secara rohani kecuali dia memiliki kebenaran, yang adalah firman Tuhan (Yohanes 17:17). Jelas, orang itu harus mengerti kebenaran itu. Banyak orang memiliki Alkitab di dalam rumah mereka, tetapi tidak membacanya ataupun tidak bisa memahaminya. Hanya sedikit orang menyadari tentang kemerdekaan yang datang dari pemahaman akan firman Tuhan.

Kemerdekaan melalui Roh Kudus.

Kitab Suci menunjukkan bahwa Roh Allah menuntun kita kepada kebenaran (Yohanes 16:13). Hal ini membantu kita memahami Alkitab (1 Korintus 2:10-14). Pemahaman rohani ini mengarah kepada kemerdekaan.

Paulus menulis dalam 2 Korintus 3:17, "Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan".

Kita tahu bahwa Roh Kudus adalah karunia yang berharga yang diberikan oleh Allah berdasarkan pertobatan, penerimaan Kristus, baptisan air, kesediaan untuk taat dan penumpangan tangan (Kisah Para Rasul 2:38; 5:32; 8:14-17).

Kemerdekaan melalui hukum Allah.

Semua orang sangat membutuhkan kebebasan, tetapi kita dengan cepat menyadari bahwa kebebasan menuntut harga. Seseorang dengan nada bercanda berkata, "kebebasan mutlak adalah mampu melakukan apa yang Anda mau tanpa mempertimbangkan siapa pun kecuali pasangan Anda dan anak-anak Anda, perusahaan dan bos, tetangga dan teman-teman, polisi dan pemerintah, dokter dan gereja."

Dalam masyarakat manusia, kekacauan terjadi jika kita hanya memperhatikan kepentingan kita sendiri. Hukum diperlukan untuk menjamin kebebasan. Hal ini juga berlaku dengan hukum rohani Allah. Mazmur 119 merupakan penghargaan yang indah untuk kebebasan yang datang melalui ketaatan kepada hukum Allah. Perhatikan ayat 44 dan 45: "Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa, untuk seterusnya dan selamanya. Aku hendak hidup dalam kelegaan, sebab aku mencari titah-titah-Mu".

Yakobus menyebut hukum Tuhan "hukum yang memerdekakan," atau kebebasan ketika ia mengatakan bahwa "barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya" (Yakobus 1:25). Dia melanjutkan di pasal berikutnya: "Berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang" (ayat 12).

Sayangnya, beberapa orang mengklaim kebebasan beragama melalui Kristus sementara merendahkan hukum-Nya dan menolak untuk tunduk kepadanya. Yesus Kristus, sebagai contoh sempurna dari kebebasan, menaati perintah Allah (Yohanes 15:10). Kebebasan sejati tidak mungkin terpisah dari, tetapi harus datang dari keselarasan dengan, perintah-perintah Allah. Seperti yang ditanyakan Kristus dalam Lukas 6:46, "Mengapa kamu berseru kepada-Ku 'Tuhan, Tuhan,' padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?" Juga: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah" (Matius 19:17).

Ketaatan penuh kasih pada hukum Allah bukanlah upaya untuk mencapai keselamatan oleh perbuatan, melainkan merupakan sebuah respons tulus, jujur, ingin melayani, dan menyenangkan Allah penguasa alam semesta yang besar, yang memberi hukum rohani-Nya untuk kesejahteraan kita sendiri. Ini bukan soal apa yang nyaman, tetapi tentang apa yang menyenangkan Allah. Adalah sebuah ironi bahwa, sementara kita mendapatkan kebebasan melalui Kristus, kita menjadi hamba-Nya, sebagaimana tercantum dalam 1 Korintus 7:22: "Sebab seorang hamba yang dipanggil oleh Tuhan dalam pelayanan-Nya, adalah orang bebas, milik Tuhan. Demikian pula orang bebas yang dipanggil Kristus, adalah hamba-Nya".

Pada akhirnya, kebebasan sejati datang melalui kebangkitan pada saat kedatangan Kristus. Seperti yang dijelaskan Paulus dalam Roma 8:21, "makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah".

Allah, percepatlah hari itu! (t/Jing-Jing)

Download Audio

Diterjemahkan dari: Nama situs : United Church of God Alamat situs : https://www.ucg.org/the-good-news/what-does-it-mean-to-have-freedom-in-christ Judul asli artikel : What Does It Mean to Have Freedom in Christ? Penulis artikel : Rainer Salomaa Tanggal akses : 7 September 2016 Tipe Bahan: ArtikelKolom e-Wanita: DUNIA WANITAkategori: KEHIDUPAN ROHANI

Kemerdekaan dalam Kristus

Sel, 22/08/2017 - 08:33

Salam dalam kasih Kristus,

Makna kemerdekaan sejati bagi orang percaya sejatinya adalah hidup yang terbebas dari keinginan dosa dan mampu melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Paham yang kita anut mengenai kemerdekaan memang jauh berbeda dari pandangan dunia, dan karena itu diperlukan pula perjuangan untuk melakukannya. Namun, ketika Kristus sudah menebus kita dari perbudakan dosa, kita pun akan dimampukan, dengan pertolongan Roh Kudus, untuk hidup bebas sebagai anak-anak Allah yang mencerminkan kemuliaan-Nya. Untuk itu, mari kita beryukur kepada Allah atas kemerdekaan yang sudah diberikan-Nya kepada kita sebagai pribadi, maupun sebagai bangsa Indonesia yang sudah terlepas dari tangan penjajahan.

Dirgahayu Republik Indonesia. Merdeka terus dalam kasih karunia Tuhan!

Pemimpin Redaksi e-Wanita,
N. Risanti

Mengapa Orang Kristen Perlu Persekutuan

Rab, 02/08/2017 - 16:58

1 Yohanes 1:7 "Tetapi jika kita hidup dalam terang sama seperti Dia di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari segala dosa"

Persekutuan berasal dari kata Yunani, KOINONIA, yang berarti"berbagi kesamaan." Persekutuan Kristen lebih daripada menghadiri Gereja - itu merupakan "asimilasi" ke dalam tubuh orang percaya, menjadi "satu" dalam menyembah, mengasihi, peduli dan berbagi.

Menurut Alkitab, persekutuan bukan pilihan bagi orang percaya. Ia mengatakan, "jika hidup dalam terang [dalam persekutuan dengan Allah] ... ini menyebabkan kita memiliki persekutuan seorang dengan yang lain." Dan dari hasil persekutuan ini, "darah Yesus, Anak-Nya, menyucikan kita dari segala dosa."(1 Yohanes 1:7).

Tubuh Memerlukan Sirkulasi Darah yang Tepat

Apa kaitan persekutuan dengan saudara-saudara dengan menyucikan kita dari dosa? Seperti kita ketahui, Alkitab mengatakan "nyawa ada di dalam darah" (Im. 17:11). Ini adalah fakta, baik secara biologis maupun rohani. Darah dalam tubuh Anda adalah agen pembersih yang akan membersihkan racun dan bakteri dalam sistem kita, dan memasok oksigen ke daerah vital yang diperlukan untuk kelangsungan hidup kita. Setiap menit, jantung Anda memompa dan mengedarkan darah bermil-mil dari pembuluh darah dan arteri yang saling terkoneksi, melewati ginjal untuk menyaring, dan kembali ke siklus beredar yang sama. Namun, seandainya tubuh Anda harus dipisahkan dari aliran darah, tidak adanya sirkulasi darah akan menyebabkan bagian itu terinfeksi - itu akan menjadi gangren dan akan mati. Kelangsungan hidup adalah tidak mungkin tanpa sirkulasi darah secara terus-menerus.

Demikian juga dalam tubuh Kristus, Gereja (1 Kor. 12:27). Karena darah Yesus Kristus memiliki efek penyucian yang terus menerus atas dosa-dosa kita, kita harus tetap melekat pada tubuh Kristus. Jika kita memutuskan persekutuan dengan tubuh-Nya, kita berisiko memotong sirkulasi darah yang menyucikan!

Perlu diingat, keselamatan berdasarkan "iman", dan tidak diperoleh dengan melakukan "perbuatan" seperti menghadiri Gereja (Efesus 2: 8-9). Namun, persekutuan dengan tubuh Kristus, gereja, sangat penting dalam membantu untuk mempertahankan iman Anda dengan memberikan pelayanan, dorongan, dan suasana "penyucian" dan pertumbuhan rohani.

Hubungan kita dengan Yesus Kristus jelas menjadi dasar untuk pengampunan dosa-dosa kita, tetapi Alkitab menunjukkan bahwa kita tidak dapat memiliki hubungan yang benar dengan Kristus tanpa hubungan yang benar dengan tubuh-Nya. Misalnya, kitab suci menunjukkan bahwa ibadah kita kepada Allah tidak dapat diterima kecuali kita berbuat hal yang benar terhadap saudara-saudara kita. "Oleh karena itu jika engkau membawa persembahanmudi atas mezbah, dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau," tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu, dan pergilah berdamai dengan saudaramu, dan kemudian kembali untuk persembahanmu itu "(Matius 5: 23-24).

Persekutuan adalah Praktik Mengasihi Saudara-saudara

Tidak hanya Alkitab mengatakan bahwa "persekutuan" adalah bukti hidup dalam terang (1 Yohanes 1:7), tetapi juga mengatakan bahwa "mengasihi saudara-saudara" adalah bukti hidup itu. "Dia yang mengasihi saudaranya tetap ada di dalam terang, dan di dalam dirinya tidak ada penyesatan" (1 Yohanes 2:10). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat, tak terpisahkan antara "persekutuan" dan "mengasihi saudara-saudara." Akibatnya, tampak bahwa persekutuan dimaksudkan untuk menjadi praktik mengasihi saudara-saudara, yang membantu menjaga kita dalam hubungan yang benar dengan Kristus sehingga darahNya dapat meneruskan efek penyuciaannya secara penuh!

Banyak ayat-ayat di Alkitab mengkonfirmasi bahwa "kasih terhadap saudara-saudara" adalah bukti dari keselamatan kita. "Kita tahu bahwa kita sudah berpindah dari kematian kepada kehidupan, karena kita mengasihi saudara kita ..." (1 Yohanes 3:14). Pada intinya, kita perlu saudara-saudara untuk memiliki hubungan yang benar dengan Allah. Kita mampu melihat hubungan kita dengan Tuhan dari refleksi hubungan kita dengan saudara-saudara kita di dalam Kristus. "... karena orang yang tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya" (1 Yohanes 4:20).

Persekutuan dengan saudara-saudara adalah tindakan kasih yang membawa kita ke arah kedewasaan rohani. Hubungan Anda dengan saudara-saudara adalah termometer yang mengukur suhu rohani Anda. Tingkat kasih Anda terhadap saudara-saudara adalah pengukur yang menunjukkan kasih kita kepada Allah. "... Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita" (1 Yohanes 4:12).

Persekutuan dengan tubuh Kristus adalah di mana kasih diuji dan terbukti. Ini adalah kesempatan untuk belajar bagaimana mengasihi satu sama lain - itu adalah kelas besar Allah untuk pengembangan karakter Kristen. Kita diuntungkan oleh keduanya, kekuatan dan kelemahan persekutuan. Yang dewasa membantu memperkuat dan mendorong kita, sedangkan yang lemah karena kurang dewasa memberi kita kesempatan untuk berlatih - untuk menguji pertumbuhan rohani kita dalam sifat-sifat seperti kesabaran, lama menderita, kelembutan, kelemahlembutan, dll (Semua kebajikan rohani harus ditantang dan diuji untuk mendatangkan kemajuan.)

Pada beberapa waktu Anda mungkin bertemu dengan beberapa orang percaya yang kasar, menyinggung, yang tidak dewasa dalam tubuh Kristus. Mereka membutuhkan orang seperti Anda untuk menunjukkan kepada mereka kasih dan kesabaran (sehingga mereka akan bertumbuh), dan Anda membutuhkan mereka untuk berlatih dan mengembangkan kasih Anda untuk saudara-saudara. Ketika Anda dapat tetap mengasihi dan setia, bahkan jika saudara-saudara itu mengatakan hal-hal negatif tentang Anda, mengecewakan Anda, atau melakukan hal-hal yang menyinggung, kasih Anda sedang disempurnakan - Anda akan bertumbuh sebagai seorang Kristen dan menjadi lebih seperti Kristus!

Menolak Persekutuan Menjauhkan Anda dari Allah

Berapa banyak kasih yang Anda miliki untuk saudara-saudara Anda? Alkitab mengatakan bahwa kita seharusnya siap untuk menyerahkan hidup kita untuk saudara-saudara kita. Namun, apakah Anda kira Anda benar-benar akan menyerahkan hidup Anda bagi mereka jika Anda tidak bersedia, bahkan untuk datang bersama-sama dengan mereka beberapa kali seminggu untuk ibadah? "Dengan ini kita tahu kasih Kristus, yaitu Ia telah menyerahkan nyawa-Nya bagi kita. Dan kita juga harus menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara "(1 Yohanes 3:16).

Yesus menyatakan bahwa kita harus berkomitmen untuk mengasihi saudara-saudara dengan cara yang sama seperti Dia. Dia menyatakan bahwa kasih kepada saudara-saudara ini adalah bukti yang diperlukan untuk membuktikan keaslian kita sebagai orang Kristen kepada dunia. "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu mengasihi satu sama lain; seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. "Dengan ini semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jika kamumengasihi satu sama lain" (Yohanes 13: 34-35).

Adalah penting bagi setiap orang percaya untuk menjadi bagian yang aktif dari persekutuan Kristen. Penolakan yang sengaja terhadap persekutuan adalah bukti tidak hidup dalam terang. Seorang pengkhotbah yang terkenal pernah berkata "tunjukkan seorang Kristen yang mengaku jarang menghadiri Gereja, dan saya akan menunjukkan orang murtad yang hatinya perlu dibenarkan di hadapan Allah."

Sepanjang Perjanjian Baru, Yesus menunjukkan kepada kita bahwa Dia menganggap penting, bagaimana kita berhubungan dengan tubuh-Nya. Kasih, ekspresi kebaikan, dan pelayanan kita kepada salah satu saudara-saudara kita di dalam Kristus diterima seolah-olah hal tersebut dilakukan untuk Tuhan, diri-Nya. "... segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku." (Matius 25:40). Oleh karena itu, akankah kita menolak untuk berkumpul dengan Yesus ketika kesempatan diberikan? Jika kita menolak untuk berkumpul dengan saudara-saudara kita, kita telah, pada kenyataannya, menolak untuk berkumpul dengan Yesus. "Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka" (Matius 18:20).

Persekutuan dengan tubuh Kristus bukan hanya sebuah pilihan, tapi sangat penting bagi kelangsungan hidup kita sebagai orang Kristen. Kita perlu pemberitaan dan pengajaran dari Firman Allah, suasana ibadah dan pujian, dorongan yang kita dapatkan dari saudara-saudara kita, peluang pelayanan Kristen, dan kita memerlukan kesempatan untuk mempraktikkan kasih kepada orang-orang Kristen lainnya.

Terlibatlah dan tetaplah setia dalam persekutuan dengan tubuh Kristus! Jangan lari jika sesuatu mengecewakan Anda atau perasaan Anda terluka - itu hanya menunjukkan ketidakdewasaan dan menempatkan Anda dalam bahaya lebih lanjut dari kehilangan akan Allah.

Jika Anda mengasingkan diri dari persekutuan, Anda akan membatasi aliran darah yang memberi kehidupan dari tubuh Kristus, dan akan mundur menyusuri jalan yang menjauh dari Allah.

Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan pekerjaan baik, tidak menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. Karena jika kita berbuat dosa dengan sengaja setelah menerima pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu "(Ibr.10: 24-26).
(t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Victorious.org Alamat URL : http://www.victorious.org/pub/need-fellowship-103 Judul asli artikel : Why Christians Need Fellowship Penulis artikel : Dale A. Robbins Tanggal akses : 7 September 2016

Tujuh Tip untuk Mengajar Anak Anda Mencintai dan Menggunakan Alkitab

Jum, 21/07/2017 - 08:32
edisi - 166 Mendidik Anak Cinta Alkitab

Kendala terbesar Anda sebagai orangtua dalam membantu anak-anak Anda mencintai dan menggunakan Alkitab bukanlah televisi atau internet. Kegigihan Anda yang tak tergoyahkan itulah yang akan membuat perbedaan terbesar. Dalam era internet, perjalanan tim olahraga, dan televisi, orangtua harus membuat lebih banyak usaha untuk menjalin Kitab Suci ke dalam kehidupan sehari-hari keluarga mereka. Tip-tip berikut akan membuat Anda berada di jalur yang benar.

1. Akui Ketergantungan Anda pada Allah untuk Terus Menindaklanjuti

Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan! (Mazmur 96:7)

Semua niatan terbaik di dunia tidak akan meyakinkan anak-anak Anda untuk mencintai dan menggunakan Alkitab. Ada banyak alasan baik yang akan bertumbuh menjadi kendala utama, yang akan menghalangi Anda untuk secara konsisten berelasi dengan Kitab Suci di dalam keluarga Anda. Sebelum Anda memulai perjalanan hidup ini, berdoalah dan mintalah kepada Tuhan untuk hikmat, kekuatan, dan kearifan demi mewujudkannya.

2. Praktikkan Apa yang Anda Ajarkan tentang Alkitab

Jadilah pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; jika tidak, kamu menipu diri sendiri. (Yakobus 1:22, AYT)

Anak-anak yang telah belajar untuk mencintai dan mempraktikkan kebenaran Alkitab mempunyai orangtua yang telah menjadi teladan terlebih dahulu. Donald Miller menuliskannya dengan baik, "Apa yang saya katakan saya percayai bukanlah apa yang saya percayai; Apa yang saya percayai adalah apa yang saya lakukan." Luangkan waktu untuk merefleksikan hidup Anda, selama setahun terakhir, dan selama beberapa hari terakhir -- di manakah Alkitab menjadi hidup dalam perkataan, sikap, atau tindakan Anda, terutama di dalam keluarga? Usahakanlah dengan sungguh-sungguh untuk menghidupi apa yang Anda percayai tentang firman Allah.

3. Masukkan Kebenaran Alkitab ke Dalam Kehidupan Sehari-Hari Anda

haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. (Ulangan 6:7)

Ketika anak-anak bertumbuh, terutama dari masa bayi ke usia-usia balita, orangtua memiliki kesempatan yang luar biasa untuk membuat firman Tuhan menjadi hidup. Mempelajari ilustrasi teks Alkitab dengan ilustrasi yang berwarna-warni akan memberi mereka visualisasi tentang Allah dan kebenaran-Nya yang akan tetap terpatri dalam hati mereka sepanjang sisa hidup mereka. Saat mereka tumbuh dewasa, tetaplah praktikkan kebenaran firman Tuhan yang sama ketika waktu makan, liburan, pertemuan anggota gereja, dan reuni.

4. Membuat Ayat Hafalan Menjadi Menyenangkan

Kamu harus bersukaria di hadapan TUHAN, Allahmu, kamu ini, anakmu laki-laki dan anakmu perempuan. (Ulangan 12:12)

Ada banyak cara untuk melibatkan anak-anak Anda dengan ajaran Alkitab: membuat sebuah teka-teki silang atau kata pencarian dengan ayat hafalan minggu ini, atau menulis sebuah ayat Alkitab di sebuah papan tulis putih dan setiap hari menghapus satu kata sampai seluruh ayat habis -- sesudah itu, suruhlah salah satu dari anak-anak Anda untuk menulis ayat Alkitab itu secara utuh. Berikan hadiah yang unik bagi mereka yang melakukannya -- pastikan bahwa ibu/ayah juga mendapat tantangan yang sama -- mungkin dengan lebih banyak ayat untuk dihafal.

5. Manfaatkan Alkitab sebagai Sumber untuk Memecahkan Masalah Kehidupan

Semua Kitab Suci dinapasi oleh Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik dalam kebenaran. Dengan demikian, manusia milik Allah akan cakap dan diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. (2 Timotius 3:16-17, AYT)

Kata-kata Kitab Suci bisa menjadi semacam obat yang menenangkan dan menyegarkan selama masa-masa sulit di depan.

Membesarkan anak-anak Anda dalam keluarga Kristen menjadikan mereka semakin menjadi target godaan kedagingan, dunia, dan Iblis. Mereka akan ditantang dalam apa yang mereka percayai di sekolah, di lingkungan, dan bahkan di gereja. Selalu arahkan perhatian mereka kepada pengungkapan dari Alkitab. Jadilah bijaksana dan cerdas sehingga Alkitab tidak menjadi tongkat untuk dipukulkan di atas kepala mereka. Sebaliknya, kata-kata Kitab Suci bisa menjadi semacam obat yang menenangkan dan menyegarkan selama masa-masa sulit di depan.

6. Buat Tema Alkitab Tahunan/Bulanan untuk Keluarga Anda

dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu. (Ulangan 6:9)

Desember adalah bulan yang baik untuk mencari arahan Allah untuk tahun mendatang. Dalam doa dan puasa, temukan firman yang benar-benar berbicara kepada hati Anda untuk keluarga Anda. Pada hari pertama tahun ini, pasanglah firman ini di tempat yang semua orang bisa melihatnya dan jadikan itu sebagai tema firman Tuhan bagi keluarga Anda untuk tahun ini. Setelah Januari, tantanglah (dengan cara yang menyenangkan) keluarga Anda untuk melakukan studi Alkitab bulanan atau mingguan yang berasal dari tema tahunan Anda.

7. Mendorong Anak-Anak Anda untuk Membacakan Alkitab

siapa yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah. (1 Petrus 4:11, AYT)

Ini bukanlah pola sekolah minggu dengan berdiri dan membaca di depan kelompok -- meskipun hal ini baik untuk dilakukan sesekali. Akan lebih baik bila pembacaan ini dilakukan di meja makan atau di dalam mobil saat Anda membicarakan tentang kejadian di seluruh dunia, di sekolah mereka, dan/atau di sekitar lingkungan rumah, atau gereja. Tanyakan kepada mereka apa yang Alkitab ajarkan tentang bagaimana menangani situasi sulit dan biarkan anak-anak Anda mengulangi kembali firman Allah yang telah mereka pelajari kepada Anda.

Suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku selama mereka hidup di muka bumi dan mengajarkan demikian kepada anak-anak mereka. (Ulangan 4:10)

Adalah mungkin bagi anak-anak dalam usia berapa pun untuk mencintai dan menggunakan Alkitab; Namun, ada tantangan bagi setiap keluarga. Tip yang paling penting adalah bahwa Anda, sebagai orangtua, tetap menjaga hubungan Anda dekat dengan Allah untuk mencari hikmat-Nya tentang cara melakukan perjalanan ini. Ini bukanlah tentang seberapa banyak jumlah firman Tuhan yang mereka ketahui atau seberapa baik mereka dapat membacakannya. Ini adalah tentang satu ayat yang Allah rangkai ke dalam jiwa mereka sehingga bahkan ketika mereka sudah dewasa, hal itu tidak akan pernah berhenti bergema di hati mereka. Jadilah duta Allah untuk memastikan hal ini terjadi seakan itu sangat bergantung kepada Anda dan biarkan Roh Kudus mengerjakan selebihnya. (t/N. Risanti)

Download Audio

Diterjemahkan dari: Nama situs : What Christian Want To Know Alamat situs : http://www.whatchristianswanttoknow.com/7-tips-to-teach-your-children-to-love-and-use-the-bible/ Judul asli artikel : 7 Tips to Teach Your Children to Love and Use the Bible Penulis : Crystal McDowell Tanggal akses : 27 Oktober 2016 Tipe Bahan: ArtikelKolom e-Wanita: WAWASAN WANITAkategori: KEHIDUPAN ROHANI

Bawa Anak Anda ke Dalam Alkitab

Jum, 21/07/2017 - 08:31
edisi - 166 Mendidik Anak Cinta Alkitab

Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau. (Mazmur 119:11)

Sebagai seorang anak, pelatihan Alkitab saya terdiri dari doa syukur waktu makan dan doa sebelum tidur. Baru pada saat bergabung dengan kelompok pemuda gereja, saya menemukan banyak inspirasi dan penghiburan yang tersedia bagi saya dalam halaman-halaman firman Tuhan. Saya tahu bahwa ketika saya memiliki anak, saya ingin melakukan sesuatu yang berbeda. Keinginan saya bagi mereka adalah supaya mereka bertumbuh dengan mengetahui tentang mukjizat nyata, para pahlawan iman yang luar biasa, dan tentang kasih Allah bagi dunia yang jatuh -- keinginan yang merupakan mandat Alkitab. Ulangan 11:19 menyatakan, "Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun."

Yesus juga memiliki pandangan yang jelas tentang cara kita melibatkan anak-anak kecil kita. Dalam Matius 19:14, kita membaca, "Biarkanlah anak-anak kecil itu. Jangan menghalangi mereka datang kepada-Ku sebab Kerajaan Surga adalah milik orang-orang yang seperti anak-anak kecil ini."

Meskipun saya memutuskan untuk mendidik anak-anak saya dalam Kitab Suci, saya tidak yakin bagaimana saya akan memulainya. Saya kemudian menemukan tentang ketersediaan berbagai sumber bahan melalui sebuah gereja. Dimulai dengan Alkitab balita, saya berusaha mengembangkan Alkitab anak-anak yang saya temukan di toko buku Kristen lokal saya, tempat saya juga memperoleh persediaan audio dan video yang terkait.

Precept Ministries menjangkau lebih dari 80 juta orang di 150 negara dalam 70 bahasa setiap hari untuk tujuan tunggal, yaitu membangun orang-orang dalam firman Allah. Saat ini, pelayanan yang berkembang ini menyediakan alat lain untuk studi Alkitab. Mereka menerbitkan program studi 17 buku untuk anak-anak yang disebut, Discover 4 Yourself (Temukan Sendiri). Setiap buku dilanjutkan dengan komitmen untuk studi induktif dan telah menemukan cara-cara kreatif untuk menjangkau para penggemar Dora the Explorer dan Spiderman yang sangat menginginkan petualangan.

Misalnya, dalam buku Boy, Have I Got Problems para pembaca mengambil peran sebagai seorang kolumnis pemberi saran, yang mendidik orang lain tentang cara mengatasi masalah anak yang umum dengan mengandalkan wawasan yang bermanfaat dari kitab Yakobus. Semua buku memberikan banyak teka-teki, permainan, dan aktivitas menyenangkan yang dirancang untuk anak-anak usia 9-12 tahun. Melalui sumber daya ini, saya bisa membukakan firman kepada anak-anak saya setiap hari di samping mengajak mereka ke gereja.

Pada masa lalu, saya telah jatuh ke dalam perangkap untuk memercayai bahwa saya perlu memaksa anak-anak saya untuk menjadi orang Kristen. Menurut Kay Arthur, rekanan-pendiri Precept Ministries, saya tidak sendirian dalam kebingungan saya: "Orangtua diberitahukan bahwa jika Anda tidak berhasil menjadikan seorang anak ketika dia masih kecil dan 'membuat' dia menjadi seorang Kristen, Anda akan kehilangan dirinya dan dia tidak akan diselamatkan. Jika ini benar, keselamatan tidak berasal dari Allah. Dan, apa yang terjadi kemudian adalah kita mendorong keselamatan dan membawa anak-anak ke dalam keamanan yang palsu, dan mengatakan kepada mereka bahwa mereka diselamatkan karena mereka menaikkan sebuah doa. Namun, mereka tidak diselamatkan."

Di tengah-tengah begitu banyaknya tanggung jawab, amat menggoda bagi para ibu dan ayah untuk percaya bahwa keselamatan anak-anak kita terletak dalam ranah kewajiban kita. Saya telah mendapati bahwa tanggung jawab kita adalah untuk mengajarkan mereka tentang bagaimana cara melakukan pendekatan pada studi dan interpretasi Alkitab. Roh Kuduslah yang menyelamatkan jiwa, dan meskipun fakta ini tidak membebaskan orangtua dari semua tanggung jawab, itu tentunya meringankan beban.

Haruslah dinyatakan bahwa tugas kita tidak hanya pengajaran alkitabiah, tetapi juga peneladanan peran. Melatih anak-anak saya bukan hanya tentang mengajar mereka tentang firman Allah, melainkan juga tentang menunjukkan kehidupan Kristen tepat di sini, di rumah. Ini melibatkan keinginan dari diri saya setiap hari pada tugas untuk menghidupi iman saya serta kesediaan untuk meminta maaf kepada Allah dan kepada anak-anak saya ketika saya gagal. Ada hari-hari baik dan hari-hari buruk, tetapi semua hari berakhir dengan saling memaafkan dan bergerak maju dengan anugerah dari Allah kita.

Pada suatu hari, saya bertanya-tanya apakah semua upaya pengajaran saya berguna. Apakah mereka benar-benar mengerti? Apakah saya melakukannya dengan benar? Ketika putra saya datang kepada saya setelah menyelesaikan satu pelajaran Alkitab kami dan berkata, "Allah sangat menyenangkan!" saya tahu bahwa itu adalah indikasi yang baik bahwa saya berada di jalur yang benar. (t/N. Risanti)

Diterjemahkan dari: Nama situs : Focus on The Family Alamat situs : http://www.focusonthefamily.com/parenting/spiritual-growth-for-kids/draw-your-children-into-the-bible/draw-your-children-into-the-bible Judul asli artikel : Draw Your Children Into the Bible Penulis artikel : Lynne Thompson Tanggal akses : 27 Oktober 2016 Tipe Bahan: ArtikelKolom e-Wanita: DUNIA WANITAkategori: KEHIDUPAN ROHANI

Menjadi Ibu yang Bermisi

Jum, 16/06/2017 - 09:53
edisi - 165 Peran Wanita dalam Misi Kristen

Panggilan keras untuk bertobat dan percaya pada berita Injil berkumandang di seluruh dunia. Penginjilan terjadi di hutan-hutan terpencil tempat pesawat misionaris mendarat di landasan pacu rumput, di kedai kopi yang didirikan dalam bayang-bayang arsitektur abad pertengahan, di butik-butik kelas atas di pusat-pusat perbelanjaan, dan di dalam taksi reyot yang beringsut maju di jalan-jalan padat di kota-kota yang penuh sesak.

Kita mendengar kisah-kisah "pahlawan misionaris" dan hati kita melambung dengan rasa syukur atas pekerjaan Roh Allah yang sedang dilakukan seluruh dunia. Kita berdoa bagi para penginjil, dan kita dengan sukacita memberikan dukungan dana untuk mengutus mereka.

"Saya ingin 'pergi', tetapi saya takut tempat terjauh yang saya bisa 'pergi' ke sana hari ini adalah ke tempat tidur bayi dan kembali," kata seorang ibu yang baru melahirkan anak pertamanya kepada saya sambil mendesah. Kadang-kadang, para ibu melihat pelayanan mereka kepada anak-anak mereka tidaklah signifikan jika dibandingkan dengan pelayanan di bidang lain. Bagaimanapun, kerumunan ribuan orang berkumpul di dunia sandiwara terbuka dan bersorak untuk mendengar Kabar Baik.

Karena menjadi seorang ibu adalah pekerjaan misioner, ada sesuatu bernilai kekal yang terjadi di ranah yang tak terlihat. Memang benar -- terkadang satu-satunya penyemangat yang bisa didengar oleh seorang ibu adalah suara ketika tutup wadah es krim terbuka di dapur. Namun, ketika para ibu mengabarkan Injil kepada lebih banyak jiwa daripada yang dapat kita hitung, dan dengan setia membangkitkan generasi berikutnya, tepuk tangan dari surga bergema dalam kekekalan.

Misi, Menjadi Ibu, dan 2 Korintus

Kita dapat menemukan empat dorongan khusus untuk menjadi ibu yang bermisi dalam 2 Korintus 4.

Pertama, kita mendapatkan pegangan dengan menjadi sebuah bejana tanah liat.

Tidak satu pun ibu yang dapat menyatakan bahwa ia memiliki semuanya sekaligus. Menjadi bejana tanah liat biasa yang rapuh berarti kita bebas menikmati dan menggunakan kecukupan kasih karunia Allah dan menunjukkan kepada dunia bahwa "kelimpahan kuasa itu berasal dari Allah dan bukan dari diri kami sendiri" (lihat 2 Korintus 4:7-10, AYT). Karena kekuatan Kristus menjadi sempurna melalui para ibu yang lemah, kita menjadi bebas melepas kepura-puraan bahwa kita adalah ibu yang mandiri. Sebaliknya, kita dapat membanggakan semua kelemahan kita dengan lebih senang hati sehingga kuasa Kristus terjadi atas kita dan memenuhi kita (2 Korintus 12:9-10).

Kedua, kita belajar untuk memasang kekekalan pada bola mata kita.

Kedengarannya seperti lensa kontak yang mewah, tetapi kalimat ini berasal dari doa yang dikaitkan dengan Jonathan Edwards. Ibu yang misioner memiliki pandangan jauh yang membentang melampaui pembelian popok meskipun kita mungkin berdoa bahwa Tuhan akan mempercepat hari itu. Perspektif yang kita perlukan melihat melampaui semua tonggak duniawi dalam kehidupan anak-anak kita dan masuk ke dalam kekekalan. Mata hati kita tetap selamanya, "tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya" (2 Korintus 4:14).

Kekekalan mengingatkan kita bahwa anak-anak kita bukan "hanya makhluk hidup", seperti yang dijelaskan C.S. Lewis dalam tulisannya The Weight of Glory (Kemuliaan Kekal). Namun, setiap manusia adalah penyandang gambar Allah yang memiliki jiwa yang kekal. Menjadi ibu adalah pekerjaan misi karena tidak ada ibu yang pernah mengajarkan manusia fana tentang bagaimana "tangan digunakan untuk membantu dan bukan memukul", atau mengusap kentang manis dari wajah seorang manusia fana, atau berdoa bagi seorang manusia fana sebelum sekolah, atau mendengarkan cerita anak yang fana yang berlarut-larut tentang merpati di balkon.

Kekekalan berarti bahwa membesarkan anak adalah sukacita yang sungguh dan penuh kekaguman.

Ketiga, kita merinding ketika memikirkan tentang bagaimana kasih karunia Allah diperluas ke lebih banyak orang.

Ibu yang bermisi sangat tahu bahwa kita memelihara kehidupan yang berhadapan dengan kematian. Rahmat, rasa syukur, dan kemuliaan bukanlah ide yang ringan dan usang di dunia yang penuh dengan bau kematian dan suram dengan tanda dosa tercela. Tujuan dari semua pekerjaan kita adalah bahwa kasih karunia akan diperluas ke lebih banyak orang, menambah rasa syukur kepada Tuhan, dan memuliakan Dia (2 Korintus 4:15).

Pekerjaan kita sebagai ibu adalah untuk memuliakan Allah, yang mengutus Anak-Nya untuk melakukan pekerjaan yang dahsyat di kayu salib, menggantikan kita untuk membayar hukuman yang adil atas dosa-dosa kita. Dengan rendah hati menerima anugerah Allah dan mengundang anak-anak kita untuk menyatakan rasa syukur gembira kita atas apa yang telah Yesus lakukan di kayu salib adalah misi sukacita kita di dunia yang jatuh dalam dosa ini.

Keempat, kita bercanda tentang menjadi lebih muda pada hari ulang tahun kita, tetapi kita tertawa karena kita punya sesuatu yang lebih baik.

Bahkan, ketika "diri luar" kita mengalami kemunduran karena usia yang tak terelakkan, Yesus memperbarui "batin" kita dari hari ke hari (2 Korintus 4:16). Tempat terbaik untuk menemukan kekuatan pembaruan ini adalah dalam firman Allah. Lebih dari semua saran bermanfaat dan kiat-kiat menjadi seorang ibu, kita menerima kebijaksanaan dari Tuhan melalui Alkitab. Para ibu tahu mereka harus dekat dengan Allah dan memahami betapa dekat Dia dengan mereka.

Jadi, melalui firman-Nya, "Tuhan setiap hari datang kepada umat-Nya, bukan dari jauh tapi dekat. Di dalamnya Dia mengungkapkan diri-Nya sendiri, dari hari ke hari ... Alkitab adalah hubungan yang sedang berlangsung antara langit dan bumi, antara Kristus dan gereja-Nya, antara Allah dan anak-anak-Nya. Hal ini tidak hanya mengikat kita ke masa lalu; ini menyatukan kita dengan Tuhan yang tinggal di surga. Ini adalah suara Allah yang hidup" (Bavinck, RD 1:385).

Suara Surga

Ibu yang bermisi tidak asing dengan semua tekanan, kecemasan, masalah, dan penderitaan dari memelihara kehidupan yang berhadapan dengan kematian serta mati untuk diri setiap hari. Namun, ia mampu melihat dengan mata iman sekilas dari sesuatu yang memantapkan jiwa dan cerah--sebuah "kemuliaan kekal" (2 Korintus 4:17). Kemuliaan kekal itu jauh lebih berat daripada balita seberat 12 kg yang terus-menerus naik ke atas meja dan terjebak.

Di seluruh dunia, hanya dengan kasih karunia Allah para ibu dapat menumbuhkan jiwa sesama kita yang terkecil. Sementara itu, suara surga berbunyi nyaring di dalam hati kita: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba! ... Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat, dan kekuasaan, dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!" (Wahyu 7:10, 12). (t/Jing-Jing)

Download Audio

Diterjemahkan dari: Nama situs : desiringGod Alamat situs : http://www.desiringgod.org/articles/missional-motherhood Judul asli artikel : Missional Motherhood Penulis artikel : Gloria Furman Tanggal akses : 19 Maret 2015 Tipe Bahan: ArtikelKolom e-Wanita: DUNIA WANITAkategori: KEHIDUPAN ROHANI

Peran Wanita dalam Misi Kristen

Jum, 16/06/2017 - 08:34

Salam dalam kasih Kristus,

Bermisi tidak harus selalu dibayangkan sebagai sebuah pekerjaan menginjili di daerah terpencil, di tengah suku-suku terabaikan yang belum mengenal peradaban, dan yang harus senantiasa berjuang dalam wilayah yang penuh dengan bahaya atau pertentangan. Bermisi dapat dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga dengan cara membagikan Kabar Baik bagi orang-orang yang berada dalam wilayah kehidupan mereka sehari-hari. Bagaimana memperkenalkan Kristus kepada anak, mengajarkan mereka bertumbuh, menghadirkan Kristus kepada tetangga dan teman-teman di lingkungan sosial melalui sikap hidup yang dimiliki, dan mendorong berbagai pekerjaan Injil melalui doa, dana, sumber daya, atau apa pun yang kita miliki adalah hanya beberapa hal dari pekerjaan misi yang dapat dilakukan di tengah-tengah kehidupan kaum ibu dan perempuan. Menjadi ibu sendiri sesungguhnya adalah pekerjaan bermisi, untuk menumbuhkan kekekalan di tengah-tengah keluarga. Ketika seorang wanita dipanggil untuk menjadi seorang istri dan ibu, maka ia tidak terlepas dari panggilan untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid Kristus melalui apa yang digelutinya. Melalui edisi e-Wanita pada bulan Juni ini, kami mengajak Anda membaca dua sajian yang terkait dengan wanita yang bermisi, yang kiranya akan semakin menggelorakan semangat bermisi dalam diri Anda. Selamat membaca, Tuhan Yesus memberkati.

Pemimpin Redaksi e-Wanita,
N. Risanti

Enam Cara untuk Membantu Anak Anda Bijak Menggunakan Media Sosial

Sen, 22/05/2017 - 15:14
edisi - 131 Mendampingi Anak Generasi Digital

Orangtua pada masa kini bertumbuh dalam budaya yang sama sekali berbeda dengan budaya anak-anak mereka. Teknologi telah secara radikal mengubah cara kita hidup.

Setiap anak yang masih tinggal bersama orangtua mereka adalah salah satu dari golongan digital native (generasi digital - Red.), yang tidak memiliki konsep kehidupan prainternet atau zaman sebelum semua orang aktif di media sossial. Generasi milenium dan sesudahnya hanya tahu bagaimana rasanya dikelilingi oleh dunia yang sangat terhubung melalui koneksi internet, yang penuh dengan aktivitas membagi swafoto (selfie - Red.), topik yang sedang tren di Twitter, dan teman-teman di Facebook.

Menurut Pew Research, 92 persen dari anak usia 13 hingga 17 tahun memiliki aktivitas daring setiap hari. Hampir 3 dari 4 orang (73 persen) memiliki ponsel pintar sendiri, dan 88 persen setidaknya memiliki satu ponsel pintar. Dengan mudahnya akses ke internet, 89 persen remaja dilaporkan menggunakan setidaknya satu situs media sosial atau aplikasi, dan 71 persen mengatakan bahwa mereka menggunakan dua situs atau lebih.

Namun, semua pengalaman di dunia itu tidak secara otomatis membuat seseorang mampu menggunakannya secara bijak. Ambil contoh berita heboh ancaman bom di penerbangan yang di-tweet oleh seorang remaja tahun lalu, yang mengakibatkan satu orang ditangkap.

Sumber gambar: http://brand24.com/blog/wp-content/uploads/2014/10/socialm.jpg

Ini menggambarkan perbedaan antara pengetahuan dan kebijaksanaan. Remaja (dan banyak orang lainnya) memiliki pengetahuan yang luas tentang media sosial, tetapi sering kurang bijaksana ketika menggunakannya.

Menyadari hal tersebut, berikut adalah enam cara orangtua dapat membantu anak-anak mereka agar pengetahuan media sosial mereka terbentuk sampai mereka sendiri menjadi bijaksana.

1. Mulai pada usia yang tepat.

Setiap anak berbeda, tidak ada usia yang tepat untuk mulai menggunakan media sosial. Anda mengenal anak Anda lebih baik daripada orang lain. Anda yang paling tahu kapan mereka siap memasuki dunia media sosial. Ingat, menunggu tidak akan merugikan siapa pun, bahkan ketika "semua orang" sudah aktif di media sosial.

2. Teliti semua aplikasi.

Sebuah aplikasi media sosial dirilis setiap minggu. Hal ini mungkin terlihat menakutkan, tetapi sebelum Anda mengizinkan anak-anak Anda mulai menggunakan media sosial, Anda harus tahu aplikasi populer, seperti: Facebook, Twitter, Instagram, Snapchat, dan Vine.

Lebih dari itu, orangtua perlu mengetahui aplikasi baru, seperti: Kik, Whisper, Yik Yak, Periscope, dan YouNow. Anda tidak perlu menguasai semuanya, ketahui saja apa fungsi aplikasi itu dan apa fitur-fiturnya.

3. Batasi jumlah platform.

Meskipun Anda harus tahu apa saja aplikasi-aplikasi yang populer, anak-anak Anda tidak perlu memiliki semua aplikasi tersebut di ponsel mereka. Biarkan mereka menghabiskan waktu pada satu aplikasi dan menunjukkan bahwa dirinya bisa dipercaya sebelum menambah aplikasi lainnya.

Dan, sebelum mereka mulai menggunakan platform baru, pastikan Anda mengetahui platform itu dengan baik. Pelajari luar dan dalamnya, dan putuskan apakah itu tepat untuk anak Anda. Jika mereka tidak siap untuk satu platform, tunggu sampai mereka siap sebelum Anda memberi mereka izin.

Sumber gambar: https://pixabay.com/en/icons-symbols-family-button-847273/

4. Beri tahu mereka perangkapnya.

Ini bukan soal menakut-nakuti anak Anda; ini tentang mengajar kebijaksanaan kepada anak-anak Anda dalam segala hal. Mereka perlu tahu ada risiko ketika mereka menggunakan media sosial. Bicaralah dengan mereka tentang hal itu.

Apa yang mereka tulis sebagai remaja akan tetap ada di sana ketika mereka mencari pekerjaan pada usia 20-an tahun, dan pada usia 30-an setelah memiliki keluarga. Tidak peduli secanggih apa aplikasi tersebut, selalu ada cara bagi seseorang untuk melihat atau mengambil apa yang seharusnya sudah terhapus.

5. Mengetahui semua kata sandi.

Untuk setiap situs jejaring sosial yang mereka ikuti, Anda harus mengetahui kata sandi apa yang mereka pakai. Hal ini bukan berarti Anda memeriksanya setiap hari, itu hanya berarti bahwa Anda dapat memeriksanya jika diperlukan.

Ini seperti menggunakan sepeda latih untuk membantu mereka belajar naik sepeda sungguhan, Anda menyediakan jaring pengaman pada saat mereka belajar untuk menavigasi sesuatu yang sama sekali baru. Berikan koreksi dan dorongan yang diperlukan.

6. Tunjukkan kemurahan hati.

Pikirkan kembali ke masa-masa Anda sebagai seorang siswa SMP atau SMA. Hal apa yang akan Anda tulis di media sosial andaikan saat itu media sosial sudah ada? Mudah-mudahan, itu dapat memberi Anda perspektif yang lebih baik ketika Anda melihat anak remaja Anda mencoba menavigasi media sosial saat ini.

Mereka tidak sempurna di dunia nyata sehingga sadarilah bahwa mereka tidak akan sempurna juga di dunia maya. Ketika mereka tersandung -- dan mereka akan tersandung -- gunakan saat-saat kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar dan bertumbuh. Ingat, Anda mencoba untuk mendisiplinkan mereka, bukan hanya menghukum.

Masa remaja selalu penuh gejolak dan menambahkan media sosial ke dalam kehidupan yang dinamis tidak membuat segalanya lebih mudah, tetapi Anda dan anak-anak Anda tidak boleh sekadar menerimanya, berkembanglah dalamnya. (t/Jing-Jing)

Sumber asli: Nama situs : Factsandtrends.net Alamat situs : http://factsandtrends.net/2015/05/29/6-ways-to-help-your-kids-survive-social-media/ Judul asli artikel : 6 Ways to Help Your Kids Survive Social Media Penulis artikel : Aaron Earls Tanggal akses : 2 Februari 2016


Diambil dari: Nama situs : Apps4god.org Alamat situs : http://apps4god.org/artikel/6-Cara-untuk-Membantu-Anak-Anda-Bijak-Menggunakan-Media-Sosial.php Tanggal akses : 17 Februari 2017 Tipe Bahan: ArtikelKolom e-Wanita: WAWASAN WANITAkategori: KELUARGA

Teknologi dan Batasan yang Sesuai untuk Anak-Anak Anda

Sen, 22/05/2017 - 15:12
edisi - 131 Mendampingi Anak Generasi Digital

Teknologi adalah realitas yang tidak akan berlalu. Penting mengajarkan kepada anak-anak untuk membuat keputusan yang baik tentang teknologi, membatasi frekuensi penggunaannya, dan menjaga akses pada konten yang sesuai dan aman.

"Jika orangtua melihat teknologi sebagai musuh, mereka akan menjadi orang yang frustasi selama bertahun-tahun dan bergumul dengan anak-anak mereka. Daripada melihatnya sebagai penjelmaan Setan, orangtua perlu bekerja sama dengan anak-anak dan memungkinkan mereka menikmati manfaat dari teknologi, tanpa membiarkan hal itu mengambil alih kehidupan anak-anak. Sering kali, ketakutan terhadap teknologi berasal dari kurangnya pengetahuan orangtua. Sulit untuk mengikuti istilah baru yang terkait dengan teknologi media sosial, seperti: Instagram, Twitter, hashtag, dll.. Biarkan anak Anda mengajarkannya kepada Anda. Mereka sering kali senang menjadi ahlinya!

Adalah ide yang baik untuk membatasi jumlah waktu yang diperbolehkan bagi anak-anak Anda untuk menggunakan teknologi. Hal ini biasanya berarti membatasi penggunaan ketika mereka sedang bersiap-siap sebelum ke sekolah, dan sampai pekerjaan rumah dan tugas selesai setelah pulang sekolah. Juga, sebaiknya jangan membiarkan anak-anak yang lebih kecil bermain video game sebelum tidur. Video game sangat merangsang otak dan menyulitkan anak Anda untuk tenang dan siap untuk tidur.

Sumber gambar: http://www.smarterservices.com/wp-content/uploads/2013/09/21.jpg

Pikirkan tentang apa yang dilewatkan anak Anda ketika mereka menghabiskan waktu bermain video game. Banyak anak sekarang ini tidak menghabiskan waktu bermain dengan mainan. Ini adalah kesalahan besar, karena memainkan permainan yang besifat nonteknologi memiliki beberapa keunggulan, yaitu meningkatkan keterampilan motorik halus dan kasar, meningkatkan kemampuan verbal, dan mendorong kreativitas imajinatif (tidak seperti video game, tempat "kreativitas" sudah ditentukan), misalnya.

Jangan biarkan teknologi mengurangi waktu keluarga. Jika Anda mendapati anak Anda menghabiskan lebih banyak waktu bermain video game daripada berinteraksi dengan orang lain, mereka mungkin bermain terlalu banyak. Waktu keluarga membutuhkan usaha, tetapi itu layak diperjuangkan dan sangat penting bagi perkembangan anak.

Jangan naif tentang konten video game. Bahkan, permainan dengan sedikit kekerasan pun, jika dimainkan secara berulang-ulang, akan memiliki efek signifikan pada perkembangan otak. Salah satu fakta yang paling terkenal dalam psikologi perilaku adalah bahwa koneksi otak dilakukan melalui pengulangan dan penguatan, yang merupakan ciri khas dari video game. Efek kekerasan video game pada anak-anak ini diperparah dengan sifat interaktif game tersebut. Dalam banyak permainan, anak-anak diberi hadiah karena menjadi lebih ganas. Tindakan kekerasan dilakukan berulang-ulang. Anak mengendalikan kekerasan dan melihat kekerasan dengan matanya sendiri (membunuh, menendang, menusuk, dan menembak). Studi juga mengaitkan permainan video game dengan kontrol dorongan hati yang buruk.

Di atas segalanya, pikirkan tentang nilai-nilai yang terkandung dalam video game. Apakah itu adalah nilai-nilai yang Anda inginkan untuk dimiliki oleh anak Anda? Sebagian besar video game mungkin tidak.

Pedoman Penggunaan Teknologi yang Aman:

1. Sebelum memberikan anak Anda ponsel, tablet, komputer, atau akses lainnya terhadap teknologi, duduklah bersama dengan mereka dan diskusikan pedoman-pedomannya, lalu dapatkan masukan dari mereka. Anda mungkin akan terkejut melihat betapa baiknya ide-ide mereka. Dan, mereka akan lebih cenderung mengikuti aturan jika mereka membantu pembuatannya. Bicarakan dengan mereka tentang isu-isu di bawah ini.

2. Pastikan semua teknologi memiliki kontrol pengasuhan yang baik, yang tidak dapat disusupi oleh anak-anak yang cerdas teknologi. Tidak masuk akal bagi saya melihat berapa banyak orangtua memberikan akses internet kepada anak-anak mereka tanpa kontrol. Bahkan, anak-anak yang dibesarkan dengan nilai-nilai yang sangat baik adalah anak-anak yang sangat ingin tahu dan dapat mengakses konten yang tidak pantas dengan satu klik tetikus. Setelah gambar-gambar tersebut terlihat, secara permanen gambar-gambar itu akan terukir di dalam memori mereka. Pornografi saat ini bersifat jauh lebih grafis dan menyesatkan dibanding apa yang tersedia ketika kita masih muda. Perangkat lunak keamanan internet, seperti Net Nanny (memiliki biaya sekitar 50 dollar), dapat membantu memblokir situs-situs, serta mencari dan memblokir gambar-gambar eksplisit; itu juga mampu memblokir pesan instan. Program-program gratis lainnya juga tersedia.

3. Diskusikan pornografi dan dampaknya dengan anak-anak Anda sebelum mereka menjadi remaja. Anak-anak punya akses yang mudah ke konten pornografi melalui perangkat teman-teman mereka, yang mungkin tidak memiliki kontrol orangtua. Bantulah mereka memikirkan cara-cara agar mereka dapat berpaling dari godaan tanpa merasa tidak nyaman.

Sumber gambar: https://pixabay.com/p-1073638/?no_redirect

4. Biasakan melihat bagian histori internet di komputer Anda dan pertahankan akses ke akun-akun surel. Kemudian, tinjaulah secara teratur. Jelaskan bahwa Anda memiliki akses ke apa pun pada komputer atau perangkat lain dan bisa meninjau bagian histori setiap saat. Jika anak-anak bersikeras meminta privasi, ingatkan mereka bahwa itu adalah tugas Anda untuk menjaga mereka tetap aman, dan itu bukan masalah kepercayaan, melainkan masalah perlindungan dan cinta. Jangan terpengaruh untuk percaya bahwa anak-anak memiliki "hak", yang akan menghambat Anda melakukan pekerjaan Anda.

5. Paksa diri Anda untuk mengenal cara-cara terbaru berkomunikasi secara daring, seperti Twitter, perpesanan instan, Snapchat, dan lain-lain. Jangan biarkan anak Anda menjadi lebih cerdas komputer dibanding Anda. Teruslah mengikuti perkembangan terbaru!

6. Ajarkan anak Anda bahwa jika ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman, hal terbaik untuk dilakukan adalah tidak meresponsnya dan mematikan komputer. Penelitian menunjukkan bahwa kurang dari 5% dari anak-anak yang mendapatkan pesan yang membuat mereka merasa tidak nyaman memberi tahu orangtua mereka. Hal ini mungkin disebabkan anak-anak merasa takut bahwa mereka akan kehilangan hak istimewa untuk menggunakan komputer. Pastikan anak-anak Anda tahu bahwa mereka seharusnya tidak pernah setuju untuk bertemu tatap muka dengan siapa pun yang mereka temui secara daring. Buatlah aturan bahwa anak-anak Anda mengenal teman-teman mereka dalam kehidupan nyata, demikian juga dengan orang-orang yang mereka kirimi pesan instan.

7. Satu-satunya orang yang harus ditambahkan dalam daftar pesan instan anak adalah orangtua. Beri tahu anak-anak Anda supaya jangan pernah memberi nama keluarga mereka, desa atau kota tempat mereka tinggal, sekolah mereka, atau informasi lain yang bisa digunakan oleh predator (istilah bagi para pedofil - Red.) untuk mencari anak Anda.

Catatan khusus: Situs Jejaring Sosial (Facebook, MySpace, Twitter, dll.) memungkinkan pengguna mengirim informasi tentang diri mereka sendiri, seperti: lokasi, tanggal lahir, minat, sekolah, dan foto. Predator internet akan memiliki semua informasi yang mereka butuhkan untuk mencari anak Anda jika diberikan akses ke informasi ini. Orangtua dapat menetapkan aturan untuk anak-anak mereka, seperti tidak mengizinkan untuk mengirim foto. Orangtua juga dapat membatasi akses ke halaman anak mereka hanya untuk "teman" mereka (pengguna lain yang telah meminta untuk dihubungkan ke halaman anak Anda dan disetujui).

8. Jangan pernah membiarkan anak Anda untuk melakukan pembelian secara daring! Mereka bisa, secara tidak sengaja, mengungkapkan informasi keuangan pribadi.

Kesimpulan

Jika Anda tahu bahwa Anda perlu membuat perubahan, mulailah dengan memikirkan satu hal yang perlu Anda lakukan secara berbeda. Mungkin itu dengan menghentikan penggunaan teknologi setelah makan malam dan meluangkan lebih banyak waktu bersama keluarga. Mungkin anak remaja Anda menggunakan telepon selama 24 jam setiap hari, dan telepon harus dihentikan pada waktu tertentu pada siang hari. Sekali kita memberikan anak-anak kita sedikit terlalu banyak kebebasan dengan teknologi mereka, sulit untuk memperketat penguasaan. Bagaimanapun juga, berkaitan dengan hal itu, wajar jika dalam seminggu pertama mereka merengek dan mengeluh. Buatlah satu aturan baru. Berkomunikasilah dengan jelas dan penuh kasih sayang. Dengarkan keluhan mereka dengan penuh kasih, kemudian lakukan terus dengan ketat dan tidak menyerah. Setelah beberapa minggu atau bulan, Anda menjadi frustrasi dengan iPhone mereka, video game dan iPads, dll., bukan tidak masuk akal jika sekarang adalah giliran mereka yang merasa tertekan. Itu mungkin berarti Anda melakukan pekerjaan Anda!

Semua didikan, pada saat diberikan, memang tidak menyenangkan dan menyakitkan. Akan tetapi, sesudah itu akan menghasilkan buah kebenaran yang memberi damai sejahtera kepada mereka yang telah dilatih oleh didikan itu. (Ibrani 12:11, AYT) (t/Jing-Jing)

Download Audio

Diterjemahkan dari: Nama situs : Agape Christian Counseling Alamat situs : http://www.agapechristiancounselingservices.org/technology-and-your-kids-how-to-set-appropriate-boundaries/ Judul asli artikel : Technology and Your Kids Appropriate Boundaries Penulis artikel : Carolyn Knarr, MSW, LCSW Tanggal akses : 30 Oktober 2015 Tipe Bahan: ArtikelKolom e-Wanita: DUNIA WANITAkategori: KELUARGA

Mendampingi Anak Generasi Digital

Sen, 22/05/2017 - 15:06

Salam dalam kasih Kristus,

Teknologi berasal dari Tuhan. Oleh karena itu, teknologi harus digunakan untuk memuliakan nama Tuhan. Meski ada banyak pandangan yang miring tentang pemakaian teknologi, terutama karena ekses-ekses negatif yang disebabkannya, sesungguhnya teknologi memiliki banyak dampak positif bagi anak-anak jika orangtua dapat memberikan bimbingan yang tepat dalam pengaplikasiannya. Edisi ini akan memberikan wawasan kepada kita, sebagai orangtua, untuk mendampingi putra-putri kita pada era digital, yang dengan cepat terus-menerus mengalami perubahan. Nah, tanpa berpanjang-panjang lagi, mari segera simak kedua sajian kami yang kiranya akan memperlengkapi peranan Anda sebagai orangtua. Tuhan Yesus memberkati.

Pemimpin Redaksi e-Wanita,
N. Risanti

Tinggalkan Komentar