Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Kesaksian
Tugas Itu Wajib, Melayani Itu Harus
Seperti kata pepatah, buah jatuh tak jauh dari pohonnya, begitulah kehidupan yang dijalani dr. RB. Betapa tidak, ia setia melayani Tuhan seperti ayahnya, dr. LH (alm), yang tetap menyediakan waktu untuk melayani di tengah-tengah kesibukannya sebagai dokter. Almarhum dr. LH adalah salah satu pendiri organisasi pelayanan "Full Gospel Business Men`s Fellowship International" (FGBMFI) di Indonesia, bersama dua orang temannya yang lain, seorang pengacara senior, TS dan perwira tinggi kepolisian berbintang dua, UE. Mereka bukan hanya mendirikan, tetapi juga mengembangkan pelayanan ini. Pelayanan yang sekarang dilanjutkan para penerusnya dan berkembang pesat ini, menghimpun para pebisnis dan kaum profesional untuk mengabarkan Injil dan menjangkau jiwa. Bedanya dengan sang ayah, dr. RB, yang menjadi dokter bedah di dua rumah sakit, terjun di pelayanan dengan fokus pendidikan. Mengapa bukan melanjutkan pelayanan ayahnya di FGBMFI? selengkapnya...»
Disembuhkan dari Tumor Otak Ganas
Penyakit saya berawal pada bulan Januari 1996, dengan sakit kepala yang saya kira adalah gejala flu. Karena rasa sakit pada kepala saya yang semakin menjadi-jadi, pada tanggal 22 April 1996, saya memutuskan untuk menjalani CT-scan di salah satu rumah sakit di kota asal saya. Hasilnya menunjukkan adanya tumor berukuran 2 x 2,5 cm. Tanggal 29 April 1996, saya masuk ke RS Umum Sektor Militer Nanjing di Fuzhou, untuk menjalani 1,5 T Magnetic Resonance Imaging (MRI), yang memperlihatkan sebuah tumor berukuran 4 x 2,5 cm di bagian tengah otak saya. Keganasannya sudah pada stadium akhir dan operasi tidak mungkin dilakukan. Satu-satunya alternatif adalah terapi dengan sinar laser. Saya memutuskan untuk tidak melanjutkan perawatan itu, mengingat biaya yang dibutuhkan untuk terapi tersebut cukup mahal dan akibat-akibat sampingan yang mungkin terjadi (termasuk kerusakan otak). Waktu itu, saya sudah menjalani dua sesi perawatan yang tidak membawa hasil apa-apa. selengkapnya...»
Bencana Tsunami Membawa Saya kepada Yesus
Saya (P) anak kelima dari sebelas bersaudara. Saya lahir di salah satu kota di pulau Sumatera, pada tanggal 25 September 1969. Saya berasal dari keluarga bangsawan, dan sebelum mengenal Kristus, saya adalah seorang agama lain yang taat. Saya selalu mengikuti kegiatan ibadah bersama keluarga saya. Sewaktu saya lahir, orang tua saya pernah bernazar untuk membuat sebuah tempat ibadah, dan membangun sebuah tempat bagi murid-murid untuk belajar mengenai agama di desa I. selengkapnya...»
Pahlawan Iman
"Saya melihat Ayah saya seperti ini," kata T yang berusia 13 tahun. Ia berlutut lalu terlentang di atas lantai. "Ia dibunuh," T menambahkan sambil meneteskan air mata. Salah satu anak Tuhan yang melayani di India, bertemu dengan T di rumahnya yang berkamar dua terbuat dari batu bata, beberapa hari setelah ayahnya dibunuh. selengkapnya...»
Berikrar Menerima Yesus
Mencari pintu untuk masuk Kristen ternyata susah. Namun, Tuhan memberikan jalan bagi saya dengan mengingatkan sebuah kartu nama orang yang mengundang saya ikut ibadah Natal bersama di Cirebon, Pak Budi (bukan nama sebenarnya, Red.). Saya langsung menelepon beliau dan menanyakan boleh tidak bertemu, dan dijawab, boleh kapan saja. "Besok!" kata saya. Tujuan saya ke Cirebon adalah untuk menyatakan bahwa saya mau masuk Kristen. selengkapnya...»
Survei Ke Tiongkok
Dalam pikiran kami, sebelum pergi menjadi utusan Injil sebaiknya melakukan survei paling tidak satu kali. Tujuannya adalah untuk memahami apa yang ada di sana dan apa yang akan kami lakukan. Dengan melihat kondisi dan situasi di daerah yang didoakan, kami akan memastikan apakah kami harus pergi atau tidak. Kami telah berdoa kurang lebih setahun, agar Tuhan mengizinkan kami survei ke Tiongkok. selengkapnya...»
Tangan Kanan-Nya Menopangku
Nama saya Budi Raharjo atau sering dipanggil Topix. Saya bekerja di perusahaan swasta bagian pemasangan reklame/baliho. Pada tanggal 8 Juni 2006, pukul 19.00 WIB, saya memasang gambar di satu counter HP di daerah Mangkunegaran, Solo. Gambar tersebut berukuran 3x5 meter. Saya naik ke bangunan setinggi tujuh meter. Gambar sudah terpasang dan tinggal merapikan saja. Saat merapikan itu, saya menarik gambar ke kanan dan ke kiri memakai alat bantu besi bulat seukuran jari tangan yang panjangnya tiga meter. Pada saat besi itu saya angkat ke atas, tiba-tiba mengenai sesuatu. "Greng", mendadak semua terasa gelap dan saya jatuh dari bangunan -- mula-mula mengenai genteng, tembus plafon, kemudian jatuh berbenturan dengan barang-barang yang ada dalam ruangan tersebut, dan sempat tidak sadarkan diri beberapa saat. Ajaibnya! Menurut saksi mata, saya jatuh di samping meja kaca etalase HP. Seandainya saya jatuh mengenai meja etalase pasti kondisinya mengerikan. Saya percaya Tuhan melindungi saya. selengkapnya...»
Untuk Apa Saya Hidup?
"Untuk apa manusia hidup di dunia ini? Untuk apa saya hidup?" Pertanyaan-pertanyaan ini pada suatu hari memenuhi pikiran saya, saat saya duduk-duduk di dangau [gubuk (rumah kecil) di sawah atau di ladang, tempat orang berteduh untuk menjaga tanaman, Red] di sawah nenek. selengkapnya...»
Mengamen di Pinggir Jalan
Ruth, wanita berusia 38 tahun, meniti langkahnya menyusuri trotoar di sepanjang jalan di kota Jakarta. Setiap tempat ia datangi dengan penuh harap dan cemas, untuk mencari putra sulungnya yang pergi entah ke mana.
Daniel, bocah berusia 7 tahun itu, telah meninggalkannya selama 2 tahun lebih. Siang itu saat Ruth kehilangan anaknya, ketika ia tengah sibuk-sibuknya melayani para pelanggannya. Usaha "togel" yang digelutinya di daerah Cikarang, terpaksa ia lakukan untuk mencukupi kebutuhannya dan ketiga anaknya. Suami yang menjadi tumpuan harapan bagi dia dan keluarganya, telah terpikat oleh wanita lain dan tega meninggalkan istri dan anak-anaknya. selengkapnya...»
Pengalaman KKR
Saya dilahirkan di keluarga Kristen, sudah Kristen dari kecil dan ikut sekolah minggu. Namun, saya tidak begitu peduli dengan Tuhan atau gereja. Saya hanya ke gereja jika dipaksa oleh orang tua saya. Ketika berada di bangku SMP, saya termasuk anak yang cukup nakal, jahil, suka berbicara kotor dan memaki teman yang lain. selengkapnya...»



