KALUMPANG Kami Menerjemahkan agar Mereka Mengerti

Layaknya bayi yang sedang belajar berjalan, ia tak akan langsung dapat berjalan dengan lancar tanpa terlebih dahulu belajar untuk berdiri. Demikian halnya dengan proses penerjemahan yang saya, SS, lakukan bersama tim penerjemah di Kalumpang. Banyak tahap yang harus kami lakukan sebelum akhirnya terjemahan kami sampai di tangan masyarakat Kalumpang.

Pada tanggal 4 -- 12 Oktober 2006, saya beserta tim pengembangan bahasa Kalumpang dan beberapa bahasa lain yang ada di wilayah Sulawesi, mengikuti lokakarya tahap tiga di Palu. Dalam lokakarya ini, para peserta mengerjakan penerjemahan kitab Amos. Kami pun mempelajari prinsip-prinsip pemeriksaan bahan yang sudah diterjemahkan bersama-sama dengan penutur asli.

Sehari setelah lokakarya selesai, tepatnya pada tanggal 13 Oktober, kami memeriksa hasil terjemahan kitab Yunus bersama konsultan dan seorang penutur asli Kalumpang. Kami sangat bersyukur karena proses pemeriksaan terjemahan ini berjalan dengan lancar, semuanya karena hikmat yang Tuhan berikan.

Kesibukan yang saya jalani selama bulan Oktober lalu memang cukup padat dan semuanya harus dijalani agar proses penerjemahan dapat berjalan dengan lancar dan akhirnya dapat menghasilkan terjemahan yang memenuhi kebutuhan masyarakat Kalumpang.

Namun, kesibukan kami tak hanya berputar di sekitar pekerjaan penerjemahan. Kami pun melayani kebutuhan sehari-hari masyarakat Kalumpang. Pada tanggal 20 di bulan yang sama, kami membagikan pakaian bekas layak pakai untuk masyarakat. Pakaian yang kami bagikan merupakan bantuan dari para dermawan di Jakarta dan Sulawesi.

Pekerjaan penerjemahan kami tak terhenti hanya pada bulan Oktober saja. Pada bulan November 2006, kami memeriksa Injil Lukas dan melanjutkan pembahasan penerjemahan kitab Amos yang sudah kami kerjakan sebelumnya di Palu. Kami juga mengadakan latihan menyanyi pada malam hari sebagai sarana sosialisasi hasil terjemahan karena kami tidak ingin hasil pekerjaan kami menjadi sesuatu yang asing ketika terjemahan itu sampai ke tangan masyarakat Kalumpang. Kami senang melihat antusiasme masyarakat yang datang dan mengambil bagian dalam kegiatan ini.

Tepat pada akhir November, hasil terjemahan draf pertama kitab Amos selesai dikerjakan. Ini merupakan sebuah sukacita besar yang Tuhan berikan pada kami.

Bulan Desember adalah bulan Natal. Tepat tanggal 5 Desember 2006, saya mengikuti perayaan Natal Persekutuan Lansia (Lanjut Usia) Jemaat Kalumpang. Acaranya meriah dan sangat hikmat; salah satu acara yang disajikan dan sangat mengesankan bagi saya adalah dendang dan puisi Natal dalam bahasa Kalumpang yang dipresentasikan oleh jemaat.

Segala tugas dan tanggung jawab dalam pekerjaan penerjemahan ini memang tidak ringan, namun semuanya terasa sangat menyenangkan karena Tuhan selalu memperlengkapi saya untuk melakukan segala tanggung jawab saya.

Tetaplah doakan pelayanan saya di Kalumpang dengan jadwal yang begitu padat, agar saya dapat mengatur jadwal pelayanan saya dengan baik. Doakan pula agar setiap kebutuhan biaya proyek bahasa di Kalumpang dan biaya pencetakan kitab Yunus, dapat tercukupi. Bantuan doa Anda juga saya butuhkan untuk proses penerjemahan Injil Lukas.

Diambil dan diedit seperlunya dari:

Judul buletin : Berita Kartidaya, Edisi 2/2007
Judul artikel : KALUMPANG; Kami Menerjemahkan agar Mereka Mengerti
Penulis : SS
Halaman : 12 -- 13

e-JEMMi 44/2007


Dipublikasikan di: http://misi.sabda.org/kalumpang_kami_menerjemahkan_agar_mereka_mengerti
Kategori: 

Tinggalkan Komentar