Perjalanan Hidup dalam Kasih Karunia Allah

Saya bersyukur kepada Tuhan Yesus yang telah mengampuni dan menyelamatkan saya. Juru selamat yang memanggil saya menjadi hamba-Nya dan memberikan visi hidup: "Menjadi alat di tangan Tuhan untuk mempersiapkan anak dan generasi muda menjadi hamba Tuhan serta pemimpin Kristen yang akan melayani generasi di zamannya sesuai panggilan hidupnya." Dalam pimpinan-Nya, tahun 1996, saya memulai pelayanan Seminari Anak Pelangi Kristus dengan visi mendedikasikan generasi muda yang berhikmat, memiliki karakter Kristus, dan siap menjadi pelayan Tuhan seumur hidupnya melalui profesi sesuai panggilan Tuhan.

Bila mengingat waktu studi di masa lalu, pengalaman di SAAT selama empat tahun (1977-1980) merupakan masa belajar yang sangat mengesankan. Ketika itu, Tuhan membentuk saya menjadi seorang murid dan hamba sehingga melalui proses belajar yang sangat penting itu, saya mampu menerapkan apa yang saya pelajari ke dalam pelayanan di Pelangi Kristus, yaitu dalam hal menghargai keunikan setiap murid dan mendorong mereka untuk bergantung penuh pada anugerah Tuhan. Saya menekankan agar murid mempunyai pengalaman belajar bersama Tuhan, memotivasi dan menghargai hidup mereka, senantiasa mengandalkan Tuhan, serta memiliki hati yang rindu menggenapkan panggilan Tuhan dalam hidup mereka. Saya memaknai pelayanan yang Tuhan percayakan dengan prinsip "walk by faith", sebagai jalan hidup yang Tuhan tetapkan bagi hamba-Nya.

Awal 2008, setelah belajar Urban Ministry di SAAT, murid-murid kami, usia 9 -- 15 tahun, mulai melakukan urban ministry di wilayah sekolah dengan membuka taman bacaan bagi anak-anak miskin yang tinggal di kampung sekitar sekolah. Murid-murid belajar melayani dan mengasihi dan peduli pada kebutuhan sesama dengan tidak membedakan etnis dan status. Beberapa murid dengan sukarela melakukan "prayer walk" untuk mendukung pelayanan ini disertai visitasi ke rumah mereka yang sederhana.

Selain melayani anak-anak, Tuhan juga memercayakan pelayanan di antara mahasiswa, terutama di salah satu universitas di Surabaya. Betapa banyak perkara ajaib yang telah Tuhan kerjakan, salah satunya adalah melalui KTB (discipleship) selama satu semester bagi seluruh mahasiswa baru yang dilayani oleh mahasiswa senior dan beberapa dosen Kristen. Dalam semua pelayanan ini, saya belajar bersandar penuh pada kuasa Roh Kudus.

Saya bersukacita karena "walk by faith" sungguh merupakan perjalanan anugerah Allah dalam hidup saya. Saya bersyukur untuk karunia menjadi pelayan-Nya dan menggenapkan rencana-Nya yang indah, bahkan boleh mengalami persekutuan dalam penderitaan bersama Kristus. Inilah kerinduan hati saya bersama Pranata (suami) dan anak kami satu-satunya, Daniel Yohanes (Filipi 3:10-12).

Diambil dan disunting dari:

Judul Buletin : STAUROS (Seminari Alkitab Asia Tenggara), Mei 2009
Penulis : G.I Magdalena Pranata Santoso. S.Th., M.Si.
Penerbit : Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang 2009
Halaman : 7

"Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus." (Filipi 3:10-12)
< http://alkitab.sabda.org/?filipi+3:10-12 >

Tinggalkan Komentar