Pulang

Gambar: KISAH_bapa

Aku benar-benar tidak menduga ibu yang benar-benar baik harus meninggal karena keracunan gas di kamar mandi. Aku sangat terkejut dan menangis sejadi-jadinya melihat tubuh ibu terbujur kaku, dan dengan penuh kemarahan dan kebencian aku berkata pada Tuhan, "Tuhan, mengapa Engkau tidak menjaga ibuku?"

Aku adalah putri tunggal, yang sudah merasakan kemanjaan sejak kecil. Ayah seorang militer, yang walaupun sangat menyayangi aku juga selalu mendidik aku seperti seorang militer. Bagiku ayah seorang yang sangat sempurna, berwibawa, tapi karena keangkeran sifat kemiliterannya menyebabkan aku takut untuk mendekati. Sedangkan ibuku adalah seorang yang murah senyum, dan sangat lembut. Sekarang walaupun sudah berusia 20 tahun aku masih sering bermain dan bergurau bersamanya. Aku sudah terbiasa hidup dimanja dan penuh dengan kehangatan kasih dari orang tuaku, sehingga aku merasa tidak lagi membutuhkan teman.

Allah berjanji untuk memberikan kekuatan dan berkat yang cukup bagiku.
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. WhatsApp
  4. Telegram

Aku merasakan sangat kesepian sejak ibuku meninggal, aku tidak memiliki teman seperti ibu yang mau mendengar keluh kesahku dengan sabar. Aku tidak tahu bagaimana harus melanjutkan hidup di dunia, aku kecewa mengapa Tuhan mengambil ibuku. Maka aku tidak mau lagi berdoa, membaca Alkitab, dan mengikuti kebaktian di gereja.

Setelah ibu meninggal, ayah semakin sibuk dengan tugasnya dan sering meninggalkan aku sendiri dirumah. Aku merasa kesepian dan sering menangis jika mengenang ibu, satu-satunya yang menjadi hiburanku adalah mendengarkan radio. Suatu hari secara tidak sengaja aku mendengar siaran radio acara mimbar Kristen, kebetulan lagu yang dinyanyikan, "Berilah tanganmu pada-Ku......". Dalam lubuk hatiku terasa getaran dan kehangatan serta kebahagiaan yang sangat dalam. Aku terus mendengarkan siaran tersebut, seusai lagu itu pembawa acara berkata dengan suara yang sangat lembut, "Para pendengar setia, meskipun berat masalah yang anda hadapi, serahkanlah pada Tuhan! karena Ia selalu tidak meninggalkan anda dan akan selalu membantu menyelesaikan masalah yang anda hadapi."

Aku tersadar dan mendapat bukti walaupun aku telah meninggalkan Tuhan, tetapi Ia tidak pernah meninggalkan aku dan selalu setia menunggu aku dengan sabar agar aku kembali padaNya. Aku langsung bertanya pada Tuhan, "Mengapa akhir-akhir ini aku kehilangan semuanya? aku tidak memiliki suka cita dan damai?" dengan tiba-tiba aku seolah mendengar Tuhan berkata sendiri padaku, "Aku tidak pernah meninggalkanmu, mengapa tidak kau serahkan semua bebanmu kepadaku?" Aku tersadar, kenapa aku merasa sangat menderita karena aku tidak menyerahkan semua bebanku kepada-Nya bahkan aku menyalahkan Tuhan yang tidak mengasihiku dan meninggalkan aku.

Setelah kejadian itu, aku merasakan semuanya berubah menjadi baru. Aku kembali mendekat pada Tuhan, kembali rajin ke gereja dan kuserahkan seluruh hidupku ketangan-Nya. Aku sadar bahwa dulu aku ke gereja bukan karena Tuhan tapi karena orang tuaku. Aku sadar bahwa ibadah dengan motivasi tidak diperkenankan Tuhan, akupun merasa Roh Tuhan dalam diriku mengakibatkan aku suka bergaul, memperhatikan orang yang mengalami kesusahan serta mengabarkan Injil kepada orang yang dalam belenggu dosa.

Setelah melalui berbagai banyak peristiwa aku mengetahui bahwa Allah berjanji untuk memberikan kekuatan dan berkat yang cukup bagiku. Aku merasa dulu hidup kekristenanku tidak jelas, tapi sekarang aku dapat menyelami kesetiaan yang dapat dipercaya, dan Tuhan adalah sahabatku yang baik dan aku percaya bahwa ibu yang sekarang sudah berada di surga akan senang melihat perubahan anak perempuan satu-satunya.

Download Audio

Diambil dari:
Judul buku : Jalan Tuhan Terindah
Penulis : Pdt. Paulus Daun, M.Div, Th. M
Penerbit : Yayasan Daun Family, Manado
Halaman : 89 -- 92
Kategori: 

Tinggalkan Komentar