Keajaiban Jasmaniah

Kekuatan Pasukan Doa: Eric dan Danell Anschuetz

Pada bulan Maret 1993, Eric Anschuetz berdinas di pangkalan udara Angkatan Laut di Dallas, negara bagian Texas. Untuk menjaga kebugaran tubuhnya, Eric berangkat dan pulang kerja dengan mengendarai sepeda. Pada suatu sore, langit terlihat mendung dan kelabu. Ketika ia sedang dalam perjalanan pulang dengan mengendarai sepedanya, ia melintasi ujung landasan pacu, tiba-tiba sebuah jet tempur F-14 seakan-akan muncul begitu saja dari awan kelabu yang rendah. Read more... about Kekuatan Pasukan Doa: Eric dan Danell Anschuetz

Tuhanlah Raja yang Mahakuasa dan Pengasih

Nama saya Lay, saya adalah jemaat sebuah gereja di Bandung, dan saya ingin bersaksi mengenai kasih Tuhan kepada keluarga saya. Suatu malam, pada awal bulan Februari 2001, tubuh suami saya tiba-tiba menggigil. Setelah diperiksa ternyata jantungnya berdenyut sangat kencang dan itu sangat berbahaya. Kami segera membawanya ke rumah sakit. Read more... about Tuhanlah Raja yang Mahakuasa dan Pengasih

Disembuhkan dari Sakit

"Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?" (Roma 8:32)

Saya berasal dari kalangan Metodis dan jarang sekali mendengar tentang Allah menyembuhkan orang dalam zaman ini. Ketika saya mendengar Anda berkata-kata tentang memuji Allah dalam keadaan sakit, saya berpikir tidak mungkin saya dapat melakukan hal semacam itu. Read more... about Disembuhkan dari Sakit

Disembuhkan dari Tumor Otak Ganas

Penyakit saya berawal pada bulan Januari 1996, dengan sakit kepala yang saya kira adalah gejala flu. Karena rasa sakit pada kepala saya yang semakin menjadi-jadi, pada tanggal 22 April 1996, saya memutuskan untuk menjalani CT-scan di salah satu rumah sakit di kota asal saya. Hasilnya menunjukkan adanya tumor berukuran 2 x 2,5 cm. Tanggal 29 April 1996, saya masuk ke RS Umum Sektor Militer Nanjing di Fuzhou, untuk menjalani 1,5 T Magnetic Resonance Imaging (MRI), yang memperlihatkan sebuah tumor berukuran 4 x 2,5 cm di bagian tengah otak saya. Keganasannya sudah pada stadium akhir dan operasi tidak mungkin dilakukan. Satu-satunya alternatif adalah terapi dengan sinar laser. Saya memutuskan untuk tidak melanjutkan perawatan itu, mengingat biaya yang dibutuhkan untuk terapi tersebut cukup mahal dan akibat-akibat sampingan yang mungkin terjadi (termasuk kerusakan otak). Waktu itu, saya sudah menjalani dua sesi perawatan yang tidak membawa hasil apa-apa. Read more... about Disembuhkan dari Tumor Otak Ganas

Tangan Kanan-Nya Menopangku

Nama saya Budi Raharjo atau sering dipanggil Topix. Saya bekerja di perusahaan swasta bagian pemasangan reklame/baliho. Pada tanggal 8 Juni 2006, pukul 19.00 WIB, saya memasang gambar di satu counter HP di daerah Mangkunegaran, Solo. Gambar tersebut berukuran 3x5 meter. Saya naik ke bangunan setinggi tujuh meter. Gambar sudah terpasang dan tinggal merapikan saja. Saat merapikan itu, saya menarik gambar ke kanan dan ke kiri memakai alat bantu besi bulat seukuran jari tangan yang panjangnya tiga meter. Pada saat besi itu saya angkat ke atas, tiba-tiba mengenai sesuatu. "Greng", mendadak semua terasa gelap dan saya jatuh dari bangunan -- mula-mula mengenai genteng, tembus plafon, kemudian jatuh berbenturan dengan barang-barang yang ada dalam ruangan tersebut, dan sempat tidak sadarkan diri beberapa saat. Ajaibnya! Menurut saksi mata, saya jatuh di samping meja kaca etalase HP. Seandainya saya jatuh mengenai meja etalase pasti kondisinya mengerikan. Saya percaya Tuhan melindungi saya. Read more... about Tangan Kanan-Nya Menopangku

Suatu Penyakit Pada Pernapasan

"Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada Tuhan." (Mazmur 40:4)

Buku "Prison to praise" telah memberi banyak berkat kepada saya. Seorang sahabat telah meminjamkannya kepada saya bulan Mei yang lalu, ketika saya mencapai keadaan yang gawat, setelah setahun menderita penyakit pernapasan. Problem saya begitu besar, sehingga sekalipun saya sudah mengalami banyak berkat duniawi, tetapi rasanya saya ingin mati saja. Read more... about Suatu Penyakit Pada Pernapasan

Malaria yang Membutakan Mataku

Aku (S) dilahirkan di Muntilan, Jawa Tengah, tahun 1943. Diriku tumbuh secara normal seperti anak-anak lainnya yang hidup di lingkungan sekitar rumah orang tuaku. Saat itu, ayahku bekerja sebagai seorang pekerja di bidang kesehatan. Ibu kandungku telah meninggal dunia saat aku berusia 6 tahun. Beberapa saat setelah ibu meninggal dunia, ayah dialihtugaskan ke Makasar. Jadi, aku pun ikut pindah juga bersama ayah. Dalam perjalanan kepindahan dari Muntilan ke Makasar ini, kami naik kapal barang. Di tengah perjalanan di atas kapal inilah aku jatuh sakit. Suhu badanku meninggi. Begitu parahnya sakitku, sehingga makanan dan minuman apa saja yang diberikan kepadaku selalu aku muntahkan. Sebagai seorang petugas kesehatan, dengan segala daya dan ilmu pengetahuan yang dimilikinya, ayah berusaha mengatasi penyakit yang kuderita ini. Rupa-rupanya segala upaya yang dilakukan ayah hanyalah menunda malapetaka yang lebih besar yang akan menimpa diriku di kemudian hari. Read more... about Malaria yang Membutakan Mataku

Bunga Cantik dalam Pot yang Retak

Rumah kami langsung berseberangan dengan pintu masuk RS John Hopkins di Baltimore. Kami tinggal di lantai dasar dan menyewakan kamar-kamar lantai atas bagi para pasien yang pergi ke rumah sakit tersebut.

Suatu petang pada musim panas, ketika aku sedang menyiapkan makan malam, ada orang mengetuk pintu. Saat kubuka, yang kutatap ialah seorang pria dengan wajah yang buruk sekali rupanya. "Lho, dia ini juga hampir cuma setinggi anakku yang berusia 8 tahun," pikirku ketika aku mengamati tubuh yang bungkuk dan sudah serba keriput ini. Tapi yang mengerikan ialah wajahnya, begitu miring, besar sebelah akibat bengkak, merah dan seperti daging mentah, hiiiihh...! Read more... about Bunga Cantik dalam Pot yang Retak

Berkat Tuhan, Anakku Sembuh!

Suatu ketika, saya memanggil Melisa (yang pada waktu itu berumur 1 tahun), ia tidak memberikan respons. Melisa diam saja tak bergeming. Kondisi ini lalu saya ceritakan pada teman-teman dan tanggapan mereka sama, "Bu J, cepat periksakan saja Melisa ke dokter THT."

Saya menurut. Satu demi satu dokter THT yang ada di Bogor saya datangi, namun hingga diperiksa empat dokter, kondisi anak saya yang sebenarnya belum juga dapat diketahui. Saya semakin curiga. Karena itu, ketika ada orang menyarankan agar saya membawa Melisa ke Dokter "HH" di Jakarta -- satu-satunya dokter praktik yang memunyai alat canggih untuk tes bisu-tuli yang disebut tes "Bera", saya mengiyakan saja. Read more... about Berkat Tuhan, Anakku Sembuh!

Pages

Tinggalkan Komentar