Panggilan Pelayanan

Aku Menemukan-Nya

Waktu itu saya selesai kuliah dan sedang menjalankan wajib militer saya. Pada waktu kuliah saya bertemu dengan Saudara Soung Tran, yang kemudian menjadi teman terdekat saya. Di tahun terakhir masa kuliah di Perancis selatan, kami tidak pernah membicarakan agama secara serius. Tetapi setelah saya meninggalkan Perancis dan bekerja di Inggris selama 6 bulan, Saudara Soung selalu datang berkebaktian di Gereja Yesus Sejati Perancis karena ibunya adalah jemaat di gereja tersebut. Saudara Soung bercerita kepada saya bahwa gereja ini membawa damai sejahtera baginya dan saudara-saudarinya saling mengasihi. Saat saya kembali lagi ke Perancis, Saudara Soung memberitahukan bahwa dia telah memperoleh Roh Kudus, yang digambarkannya seperti air terjun yang dicurahkan ke dalam tubuh dan juga ditambahkan, "Itu sesuai dengan Alkitab, kamu harus datang!" Saya memercayai dia, tetapi setelah beberapa minggu, saya menjadi curiga. Saya ingin mengetahui apakah dia sedang dalam bahaya atau telah bergabung dalam sebuah sekte penganut ajaran sesat. Read more... about Aku Menemukan-Nya

George Whitefield, Peniru Gerak-Gerik Pendeta

"Saudara-saudara yang kekasih, dengarlah kata-kata yang keluar dari mulut saya. Saya membawa pesan Allah Yang Maha kuasa." Orang-orang yang berkumpul di kedai minuman itu tertawa terbahak-bahak. "Bagus, Nak! Bagus!" teriak seorang pria gemuk pendek sambil mengangkat gelas birnya. "Seandainya aku tidak melihatmu, Nak, aku mungkin tertipu," kata seorang langganan lainnya. "Kukira Pendeta Cole tua yang membentak-bentak di kedai minuman ibumu." Read more... about George Whitefield, Peniru Gerak-Gerik Pendeta

Serahkan Pada-Ku

Kelelahan otak, kelelahan saraf, depresi ... itulah yang biasa digambarkan misionaris Methodist, E. Stanley Jones tentang keadaannya yang memburuk. Dia pergi ke India dengan penuh semangat yang idealis, tetapi energinya menguap di tengah-tengah panas yang tak tertahan, permusuhan, dan kegelisahan. Dokternya menyarankan agar dia beristirahat selama setahun di Amerika, tetapi dia jatuh di atas kapal ketika berusaha berkhotbah pada pelayanan Minggu pagi di laut. Di sana, Jones mencoba beristirahat, tetapi sarafnya meletus seperti hubungan singkat sirkuit listrik. Read more... about Serahkan Pada-Ku

Harta hilang, Kembali Berlipat Ganda

Kalaupun rumah, mobil, dan seluruh harta yang ada saya jual, itu tidak cukup untuk membayar hutang saya pada puluhan supplier. Untunglah, mereka sangat mengerti keadaan saya pada waktu itu. Saya terharu dengan kebaikan mereka. Mereka tidak menekan saya untuk bayar hutang, tapi malah sebaliknya, mereka memberi dorongan saya untuk bangkit," kata Jemmy Suhadi, pemilik Chic's Musik, toko alat musik dan Lembaga Pendidikan Musik di JI. Pemuda 65 Rawamangun, Jakarta Timur. Read more... about Harta hilang, Kembali Berlipat Ganda

Rekaman Musik Penyembahan

John, seorang pekerja YWAM (Youth With A Mission) di Asia Tengah yang memulai studio rekaman sederhana di tahun 1994. Pertama kalinya, dia merekam beberapa musik Kristen dalam bahasa-bahasa Turki dan Asia Tengah. Sebelumnya Ia tidak pernah mendengar tentang satu lagu yang ditulis oleh seorang percaya dari suku Uighur. Lalu, tahun 1995, Ia mendengar ada seorang petani Uighur yang telah menjadi pengikut Kristus dan mulai menulis banyak lagu yang mengekspresikan imannya dan kasihnya kepada Allah. Ia segera menemui petani itu di rumahnya dan saling mensharingkan lagu, setelah pertemuan tersebut, petani itu menyediakan waktunya selama seminggu untuk merekam lagu-lagu tulisannya. Read more... about Rekaman Musik Penyembahan

Anak Papua Mengadu Nasib di Metropolitan

Edo Kondologit hanya seorang pemuda asal Papua (Irian Jaya), tepatnya desa Klapot Sorong. Lahir dari keluarga miskin 5 Agustus 1967, sangat akrab dengan kehidupan alam bebas karena hanya hutan, rawa, pegunungan, dan sungai yang mengelilinginya. Tidak sedikitpun terbayang akan kota besar, apalagi Jakarta yang selama ini hanya dikenalnya lewat gambar-gambar. Read more... about Anak Papua Mengadu Nasib di Metropolitan

Marian Anderson

Marian adalah seorang gadis miskin dengan suara yang sangat bagus, sehingga tidak penah memperoleh kesempatan untuk belajar bernyanyi. Kemiskinannya tidak menghalangi kegemarannya bernyanyi dan menyampaikan pujian di gereja sehingga menghibur banyak jemaat. Mendengar suara merdu dari mulut Marian, tergerak hati jemaat untuk mengumpulkan dana agar ia memiliki kesempatan belajar bernyanyi. Read more... about Marian Anderson

Jalan Tuhan Terindah

Agustus 1973, dengan penuh semangat aku melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi ke Kanada. Aku berhasil memperoleh apa yang aku rindukan dan cita-citakan tetapi aku merasakan kehampaan dan kekecewaan. Aku tidak mengetahui apa yang menyebabkan merasa kehampaan dan tidak tahu apa yang masih kurang dalam hatiku. Read more... about Jalan Tuhan Terindah

Pages

Tinggalkan Komentar