RSS Blog SABDA

Subscribe to RSS Blog SABDA feed
melayani dengan berbagi
Updated: 1 minggu 3 days ago

Roadshow SABDA Joglosemar: STT Kanaan Nusantara dan STT Nusantara

Sel, 17/12/2024 - 10:00

Salah satu fokus dari tim SABDA Academy pada semester 2 2024 adalah mulai memberikan pelatihan AI-4-GOD! ke wilayah-wilayah Solo, Jogja, dan Semarang (termasuk kota Salatiga, Ungaran, Jimbaran, dll.). Kami menyebut ini sebagai roadshow Joglosemar. Puji Tuhan, pada Senin, 11 November 2024, kami berkesempatan memberikan pelatihan AI-4-GOD! di STT Nusantara Salatiga dan STT Kanaan Nusantara Ungaran. Karena ada dua tempat, kami membagi tim menjadi 2. Ada saya, Ibu Santi, dan Sdr. Aldo yang akan memberikan pelatihan di STT Nusantara, sedangkan Ibu Evie, Sdr. Christian, Sdri. There, dan Bapak Bima memberikan pelatihan di STT Kanaan Nusantara. Pelatihan di STT Nusantara diikuti oleh kurang lebih 40 peserta, sedangkan di STT Kanaan diikuti sekitar 130 peserta.

Saat di STT Nusantara, sesi pelatihan dibagi menjadi lima bagian. Saya menyampaikan materi tentang F.O.K.U.S. (kemampuan dasar dalam prompting) serta AI dalam Pendidikan. Ibu Santi membahas tentang AI Basic dan AI Squared (metode belajar Alkitab dengan bantuan AI), sedangkan Sdr. Aldo menyampaikan materi tentang Alkitab GPT, BaDeNo AI, dan AI dan Media. Pelatihan dimulai pukul 09.00 WIB dan Ibu Santi mengawalinya dengan menyampaikan materi tentang pengenalan AI, lalu dilanjutkan dengan materi yang saya sampaikan, dan diakhiri dengan materi dari Aldo.

Bagi saya, yang menarik dari roadshow kali ini dibandingkan dengan roadshow di tempat-tempat sebelumnya adalah saya menyampaikan bahan tentang AI dan Pendidikan. Biasanya, saya hanya menyampaikan tentang F.O.K.U.S. (skill dasar dalam prompting) dan AI Squared. Namun, kali ini, saya harus menyampaikan materi AI dan Pendidikan. Puji Tuhan, saya mempersiapkan materi dengan baik dengan cara mempelajarinya berkali-kali sebelum berangkat. Meskipun merasa gugup ketika menyampaikannya, saya bisa menyampaikan materi dan highlight/penekanan yang perlu dijelaskan dengan baik. Bersyukur, semuanya ini karena pertolongan Tuhan.

Kesan saya, STT Nusantara cukup terbuka dengan penggunaan AI dan memang sudah memakainya. Namun, untuk penggunaan AI secara maksimal, seperti untuk pelayanan dan pendidikan, masih belum dilakukan. Karena itu, ketika mendapatkan materi ini, mereka sungguh-sungguh diberkati. Pelajaran yang saya dapatkan dari roadshow kali ini adalah teknologi AI ini harus dan pertama-tama dipakai untuk memuliakan Tuhan. STT salah satunya, STT hadir untuk memperlengkapi mahasiswa agar dapat dibentuk dan siap terjun dalam pelayanan gereja pada masa depan. Dengan melibatkan teknologi AI, kita dapat memaksimalkan pelayanan-pelayanan mahasiswa dan membuka pandangan dosen bagaimana menggunakan teknologi yang Allah berikan ini untuk pekerjaan dan kemuliaan-Nya. Kiranya visi AI-4-GOD! ini tersampaikan ketika kami memberikan pelatihan.

Sahabat SABDA ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana AI digunakan untuk mendukung pelayanan dan pendidikan? Kunjungi situs AI SABDA atau tonton video pelatihan kami di YouTube SABDA Alkitab. Mari menggunakan AI untuk kemuliaan Tuhan. Salam AI-4-GOD!

Baru! Traktat “Mati dalam Yesus Kristus” dan e-Buku “Hati Pemuridan”

Sen, 16/12/2024 - 10:00

Halo, Sahabat SABDA! Hari ini, saya ingin berbagi tentang dua produk baru dari SABDA yang dirancang untuk memperkaya perjalanan iman Anda, yaitu traktat Mati dalam Yesus Kristus (MdYK) dan e-buku Hati Pemuridan karya Thomas T. Mathai yang diterjemahkan oleh tim SABDA. Pastikan Sahabat SABDA mendapatkan kedua produk baru ini. Namun sebelumnya, baca blog ini sampai selesai ya.

Oh ya, pada Senin, 18 November 2024, melalui program Kenal Produk di IG @sabda_ylsa, traktat Mati dalam Yesus Kristus dibahas secara mendalam oleh Bapak Pio dan Bu Evie. Traktat ini dapat memperlengkapi guru Sekolah Minggu, anak-anak, dan orang-orang percaya untuk memahami makna kematian dari sudut pandang Alkitab. Topik kematian, yang sering kali dianggap menakutkan, dijelaskan sebagai bagian dari rencana kasih Allah. Dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak-anak, traktat ini membantu pembaca memandang kematian dalam Yesus Kristus sebagai jalan menuju kehidupan kekal yang penuh pengharapan.

Kemudian, pada Senin, 25 November 2024, buku Hati Pemuridan karya Thomas T. Mathai diperkenalkan dalam program yang sama. Buku ini memberi pandangan mendalam tentang panggilan kasih Yesus yang mendorong pemuridan sejati. Menjadi murid Kristus bukanlah soal rutinitas yang membebani, tetapi tentang hidup dalam kasih Kristus yang mengubah hidup dan memampukan kita untuk mengasihi sesama. Buku ini juga membongkar berbagai kesalahpahaman tentang pemuridan, seperti anggapan bahwa mengikut Kristus adalah sesuatu yang membosankan dan sulit. Buku ini dapat menginspirasi setiap orang Kristen untuk menjalani hidup sebagai murid Kristus yang sejati.

Saya mengajak Sahabat SABDA untuk segera mendapat traktat dan e-buku ini. Untuk traktat Mati dalam Yesus Kristus, silakan mengunduhnya di situs Traktat SABDA, sedang e-buku Hati Pemuridan bisa Anda dapatkan di situs Murid21 . Silakan menghubungi kami untuk informasi selengkapnya ya di no. WA 0881-2979-100. Mari kita bertumbuh bersama dalam kebenaran firman Tuhan. Jangan lupa bagikan informasi ini kepada rekan-rekan Anda, termasuk generasi digital/AI sekarang ini. Praise to the Lord!

Mendiskusikan dari Generasi ke Generasi bersama SABDA Youth

Jum, 13/12/2024 - 10:00

Oktober 2024, SABDA Youth membahas tentang generasi. Ada 4 tema yang diangkat, di antaranya: Generasi Milenial, Gen Z, Generasi Alpha, dan Generation to generation. Dalam setiap sesinya membicarakan terkait pengertian serta karakteristik setiap generasi, sampai kaitannya dengan iman Kristen. SABDA Youth juga mengajak beberapa guest tamu untuk menemani bincang-bincang.

Yuk, simak sharing dari Bapak Bima (Tim SABDA Academy).

View this post on Instagram

A post shared by Ylsa Sabda (@sabda_ylsa)

Bagi Sahabat SABDA yang ingin melihat arsip SABDA Youth, silakan kunjungi Instagram @sabdaresources atau situs live.sabda.org. Ingin menjadi guest, bisa juga kontak: 0821-3313-3315 (WA). Jangan lupa juga follow media sosial @sabdaresources dan @sabda_ylsa supaya tidak ketinggalan informasi terbaru dari SABDA.

Pengalaman Menggali Kitab Mikha

Rab, 11/12/2024 - 10:00

Oleh: Christopher Jonathan

Halo Sahabat SABDA!
Sahabat SABDA tahu nggak bahwa kitab Mikha adalah salah satu kitab dalam Perjanjian Lama yang penuh dengan pelajaran berharga? Meski ditulis ribuan tahun yang lalu, saya merasa kisah dan pesan dalam kitab ini sangat relevan dengan kehidupan kita saat ini. Mikha banyak membicarakan tentang ketidakadilan sosial, pencarian makna hidup, ketidaksetiaan pada nilai-nilai rohani, dan harapan akan perdamaian serta keadilan. Pesan-pesan ini benar-benar menggugah hati saya. Saya akan menceritakan lebih lanjut pengalaman saya menggali kitab Mikha ini ya. So, baca sampai akhir!

Ketika membaca dan menggali kitab Mikha, saya merasakan pengalaman yang begitu mendalam. Salah satu bagian yang paling menyentuh hati saya adalah Mikha 7:5-6. Ayat ini dengan jelas menggambarkan kondisi sosial dan moral yang sulit pada zaman Mikha. Saya bisa membayangkan keputusasaan dan ketegangan yang dirasakan oleh sang nabi dan umat Israel pada saat itu. Sungguh, membaca ayat ini seperti becermin pada realitas kehidupan saya dan kita semua saat ini.

Sahabat SABDA, bukankah kita juga melihat bahwa keadaan sosial sering memengaruhi hubungan kita sehari-hari? Ketika ketidakadilan dan ketegangan meningkat, nilai-nilai kemanusiaan pun terkikis. Saya percaya, hubungan antarmanusia akan tetap kuat jika kita terus menjaga moralitas, memperjuangkan keadilan, dan membangun perdamaian. Hal ini dimulai dari diri kita sendiri, keluarga, hingga masyarakat luas.

Melalui kitab Mikha ini, saya juga diingatkan bahwa ketidakadilan bukanlah hal baru. Baik di lingkungan keluarga, pekerjaan, maupun pemerintahan, seringnya suara keadilan tidak dihiraukan. Namun, saya percaya, kita yang memahami pentingnya moralitas dan keadilan harus terus menyuarakan kebenaran ini. Mari kita menjadi teladan dalam menyuarakan nilai-nilai yang benar agar konflik dapat dihindarkan dan hubungan antarmanusia menjadi lebih harmonis.

Terima kasih sudah membaca cerita singkat saya ini ya, Sahabat SABDA. Kiranya Sahabat SABDA terinspirasi untuk menggali kitab Mikha lebih mendalam. Saya yakin, kita semua bisa menemukan banyak pelajaran berharga yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sampai jumpa di blog saya berikutnya. Tuhan Yesus memberkati kita semua!

Mengucap Syukur Bersama Alki-TOP

Sel, 10/12/2024 - 10:00

Happy Thanksgiving, Sahabat SABDA! November 2024 menjadi waktu yang istimewa bagi saya untuk merenungkan makna syukur. Melalui acara Alki-TOP yang berlangsung melalui IG Live @ayo.pa, saya bersama teman-teman lainnya belajar banyak hal tentang makna syukur. Izinkan saya membagikan lebih banyak cerita kepada Sahabat SABDA. Kiranya tulisan ini menjadi berkat.

Pada minggu pertama, PA berfokus untuk menggali Nyanyian Syukur berdasarkan Yesaya 12:1-6. Dalam ayat ini, Yesaya mengingatkan bahwa Allah adalah sumber kekuatan dan keselamatan kita. Nyanyian syukur bukan hanya berbentuk pujian, tetapi juga ungkapan keyakinan bahwa kasih setia Allah akan terus menyertai hidup kita, bahkan dalam perjalanan hidup yang penuh tantangan.

Minggu berikutnya, melalui Mazmur 107:1-9, saya belajar tentang Bersyukurlah kepada Tuhan adalah tanggapan terhadap kasih dan karya Tuhan yang ajaib. Pemazmur menggambarkan bagaimana Allah memelihara umat-Nya, membebaskan mereka dari kesesakan, serta memberi mereka air dan makanan di padang gurun. Saya merenungkan bahwa Allah yang setia pada masa lampau adalah Allah yang sama pada hari ini. Saya juga diingatkan untuk bersyukur atas hal-hal kecil dalam hidup, seperti udara yang kita hirup dan orang-orang yang dikirim Tuhan untuk menjadi berkat bagi saya.

Pada minggu ketiga, saya belajar dari pesan Paulus dalam 1 Tesalonika 5:12-22 tentang Mengucap Syukurlah! dalam segala hal. Perintah ini cukup menantang, terutama ketika kita menghadapi situasi yang tidak sesuai harapan. Namun, saya belajar bahwa syukur adalah tindakan iman. Ketika bersyukur, kita percaya bahwa Allah memegang kendali atas segala sesuatu dan mampu mendatangkan kebaikan dari setiap situasi. Saya mencoba mempraktikkan pesan ini dengan bersyukur, bahkan dalam situasi sulit, karena saya percaya Tuhan sedang bekerja di balik layar.

Puncaknya adalah refleksi dari Filipi 4:4-9 tentang Ucapan Syukur pada minggu keempat. Ayat ini mengingatkan saya untuk selalu bersukacita, tidak khawatir, dan menyampaikan permohonan dengan ucapan syukur. Saya menyadari bahwa ucapan syukur memiliki kuasa untuk mengubah perspektif kita dan membawa damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal untuk memelihara hati dan pikiran kita dalam Yesus Kristus. Melalui ayat-ayat ini, saya semakin terdorong untuk menjadikan ucapan syukur sebagai gaya hidup, bukan hanya tradisi tahunan.

Saya berharap, Sahabat SABDA yang menonton dan menggali firman Tuhan pada saat itu mendapatkan berkat yang luar biasa dan dapat membagikannya kepada keluarga serta teman-teman lainnya.

Fitur-Fitur di Aplikasi Family Care

Sen, 09/12/2024 - 10:00

Hai, Sahabat SABDA! Salam hangat untuk Anda semua di mana pun Anda berada. Bertemu lagi dengan saya, Elan, dan seperti biasa jika saya menulis blog, topiknya pasti tidak jauh dari aplikasi mobile. Kali ini, saya membawa kabar gembira untuk Sahabat SABDA! Pada Januari 2025 mendatang, SABDA akan merilis aplikasi terbaru bernama Family Care. Yeay!

Aplikasi Family Care hadir sebagai respons terhadap kebutuhan keluarga Kristen pada era digital yang penuh tantangan, termasuk dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Sama seperti situs family.sabda.org, aplikasi ini dirancang sebagai ekosistem yang menyediakan bahan, alat, dan komunitas untuk mendukung kehidupan keluarga Kristen. Melalui Family Care, kami berharap hati Tuhan dinyatakan dalam kehidupan keluarga Kristen yang bertumbuh dalam iman dan kasih.

Fitur Chat dalam aplikasi ini memungkinkan Sahabat SABDA berinteraksi dengan chatbot yang dirancang khusus menggunakan bahan-bahan Alkitab. Chatbot ini mampu memberikan respons yang alkitabiah dalam menjawab pertanyaan atau percakapan Sahabat SABDA. Kami berharap fitur ini dapat membantu keluarga Kristen menemukan panduan dan solusi untuk tantangan hidup mereka berdasarkan ajaran firman Tuhan.

Selain itu, tersedia juga fitur Resources yang memuat berbagai artikel tentang topik penting, seperti kehidupan pernikahan, pendidikan anak, komunikasi dalam keluarga, perkembangan anak dan remaja, serta tema-tema lain yang relevan dengan keluarga Kristen masa kini. Semua artikel dirancang untuk memperkaya wawasan dan mendukung kehidupan keluarga yang sehat secara rohani dan emosional.

Aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur Renungan setahun, yang dirancang khusus untuk membangun kehidupan rohani keluarga. Setiap renungan didasarkan pada firman Tuhan, dengan pengajaran yang mendalam dan relevan dengan konteks kehidupan keluarga saat ini. Fitur ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman Alkitab sekaligus mendorong keluarga untuk mempraktikkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan sehari-hari.

Mengembangkan fitur-fitur dalam aplikasi ini bukanlah proses yang mulus. Penggunaan bahasa pemrograman Kotlin, yang masih baru bagi saya, menjadi tantangan tersendiri. Namun, pengalaman ini juga menjadi kesempatan berharga untuk belajar langsung sambil bekerja (learning by doing). Salah satu tantangan menarik adalah mengimplementasikan fitur Chat dengan tambahan history. Logika yang kompleks dalam fitur ini sempat membingungkan, tetapi memberikan pelajaran yang sangat berharga. Meski melalui banyak percobaan dan kesalahan (trial and error), setiap langkah menjadi pengalaman berharga untuk terus berkembang dan menyempurnakan aplikasi.

Sebagai penutup, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua Sahabat SABDA yang telah setia menggunakan berbagai aplikasi dari SABDA. Jangan lupa untuk menantikan informasi terbaru tentang aplikasi Family Care pada Januari 2025. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.

SABDA Diberkati untuk Menjadi Berkat

Jum, 06/12/2024 - 10:00

Oleh: Millytia

Hai Sahabat SABDA, apa kabar? Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat ya. Perkenalkan, nama saya Millytia Christy Kansil. Millytia berarti militer/tentara/prajurit, sedangkan Christy berarti Kristus. Jadi, nama Millytia Christy memiliki arti yang sangat dalam, yaitu "Tentara/Prajurit Kristus". Ya, ada harapan besar di balik nama saya, yaitu dapat terus menjadi tentara Kristus dengan Yesus sebagai Panglimaku.

Saat ini, saya sedang menjalani masa percobaan selama 2 bulan di SABDA. Awalnya, saya cukup khawatir kalau saya tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan baru ini karena hal ini akan mengganggu pelayanan saya di sini. Namun, kekhawatiran itu ternyata tidak terbukti. Semua rekan kerja di SABDA sangat ramah dan baik hati ... hehehe. Selama masa percobaan ini, saya banyak belajar hal-hal baru. Rasanya seperti tidak ada waktu untuk istirahat karena banyak sekali orientasi yang harus saya pelajari.

Salah satu proyek awal yang saya kerjakan adalah menjadi admin kelas Bedah Kitab Mikha. Meskipun sebelumnya sudah belajar tentang kitab Mikha, saya mendapatkan banyak berkat baru melalui diskusi kelas ini. Saya sangat senang melihat antusiasme peserta dalam menggali kitab Mikha. Selain itu, saya juga ikut berdiskusi dan sharing di kelompok Growing Together. Setiap hari, saya membagikan berkat yang saya terima dari renungan harian buku Janji. Kegiatan yang paling saya sukai adalah mencari referensi untuk bahan diskusi Growing Together. Meskipun membutuhkan waktu yang lebih banyak dalam mengerjakannya, saya merasa sangat tertantang dan belajar banyak hal baru dari artikel-artikel yang saya baca. Saat mengerjakan tugas-tugas ini, saya berpikir bahwa yang terpenting adalah saya harus terberkati dahulu sebelum saya membagikan berkat kepada peserta. Saya harap Sahabat SABDA juga bisa ikut bergabung dalam kelas-kelas SABDA MLC dan acara-acara SABDA Live lainnya ya.

Saya sangat bersyukur bisa bergabung dalam pelayanan SABDA. Apa yang telah SABDA lakukan sangat luar biasa dan memberkati banyak orang, termasuk saya pribadi. Harapan saya untuk SABDA adalah pelayanan SABDA dapat terus berkembang dan memberkati seluruh dunia. Saya juga berharap dapat terus melayani di SABDA. Terima kasih SABDA. Soli Deo gloria.

Keluarga Kristen dan Kecerdasan Buatan (AI)

Rab, 04/12/2024 - 10:00

Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan sebenarnya tidak seseram yang kita bayangkan. Sederhananya, AI adalah mesin yang memiliki kemampuan untuk belajar, meniru kecerdasan manusia (fungsi “kognitif manusia”) untuk dapat melakukan berbagai tugas seperti menjelaskan, menulis, mendiskusikan, menganalisa, memberi usulan, menjawab pertanyaan, mengevaluasi, dll.. Contohnya, asisten virtual di ponsel kita yang bisa menjawab pertanyaan kita atau aplikasi penerjemah bahasa.

Nah, melalui blog kali ini, saya akan berbagi pengalaman ketika mengikuti seminar #AITalks berjudul AI dan GOD'S FAMILY yang berlangsung secara live via Zoom. Salah satu konsep yang paling berkesan adalah Digital Sabbath. Bayangkan, sehari dalam seminggu, kita sama-sama menonaktifkan semua gadget dan fokus pada kegiatan yang lebih bermakna, seperti membaca Alkitab bersama, bermain bersama anak-anak, atau sekadar menikmati alam.

Bagaimana kita dapat menerapkan kebiasaan dan komitmen baru ini? Tentu saja, ada tantangannya. Misalnya, bagaimana jika ada pekerjaan mendesak yang harus diselesaikan? Atau, bagaimana jika anak-anak kita merasa bosan tanpa gadget? Namun, saya yakin dengan komitmen dan kreativitas, kita bisa mengatasi semua tantangan itu. Ide yang saya dapatkan untuk mengatasi masalah ini mungkin dengan melibatkan anak-anak dalam kegiatan rumah tangga, atau menyiapkan berbagai aktivitas menarik yang bisa dilakukan bersama. Sebaliknya, peluang yang ditawarkan AI sangatlah besar. Kita juga bisa memanfaatkan AI untuk mempermudah pekerjaan rumah tangga, membantu anak-anak belajar, mencari referensi bacaan Alkitab, bahkan menjangkau lebih banyak orang dengan Injil.

Melalui tema God’s Family, kita diajak memahami hati Allah bagi keluarga: rancangan-Nya, peran, kasih, dan rekonsiliasi. Tantangan apa pun, termasuk dalam dunia modern ini, akan bisa dihadapi oleh keluarga yang terus berpegang pada firman Tuhan. Nah, situs family.sabda.org hadir sebagai sumber bahan rohani untuk mendukung pertumbuhan keluarga dalam iman.  

Pastinya, kita harus menyadari bahwa AI adalah alat, bukan tujuan. Kita yang menentukan bagaimana alat itu digunakan. Mari kita memanfaatkan teknologi AI untuk membangun keluarga yang lebih kuat, beriman, dan dekat dengan Tuhan. Saya mengajak Sahabat SABDA untuk mencoba menerapkan konsep Digital Sabbath atau ide-ide lain yang inspiratif dari seminar ini. Bersama-sama, kita bisa menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Jangan lupa bagikan keseruan acara ini kepada keluarga-keluarga Kristen lainnya, terutama mereka yang sedang bergumul pada era digital/AI ini. Mari simak seminar seri #AITalksAI dan GOD'S FAMILY di YouTube SABDA Alkitab.

Pages

Tinggalkan Komentar